KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren olahraga lari berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban sekaligus penggerak aktivitas ekonomi daerah. Kini ajang lari kini tidak hanya berfokus pada kompetisi, juga mengintegrasikan unsur budaya, pariwisata, hingga pemberdayaan ekonomi lokal.
Integrasi itu diterapkan Mangkunegaran Run yang kembali digelar di Solo, Jawa Tengah. Ajang ini sebagai bagian dari rangkaian perayaan Adeging Mangkunegaran ke-269. Event ini akan berlangsung pada 3 Mei 2026 dengan melibatkan lebih dari 7.700 pelari yang akan berkompetisi di nomor 5K, 10K, dan Half Marathon.
Penyelenggaraan tahun ini kembali menggandeng Permata Bank sebagai mitra strategis untuk mendukung pengembangan ekosistem acara secara berkelanjutan.
KGPAA Mangkoenagoro X mengatakan, rute Mangkunegaran Run tahun ini telah disertifikasi oleh Badan Atletik Dunia melalui proses verifikasi di Solo.Sertifikasi lintasan lari diperlukan untuk menjamin standar kualitas, keamanan, dan keadilan dalam perlombaan.
"Sertifikasi ini memastikan jarak lintasan akurat, permukaan aman untuk mengurangi cedera, serta diakui secara internasional, yang penting untuk validasi rekor dunia maupun catatan waktu resmi atlet,” kata Gusti Bhree atau KGPAA Mangkoenagoro X, Minggu (12/4).
Ia menambahkan, Mangkunegaran Run yang kini memasuki tahun keempat terus menghadirkan pendekatan baru dalam memperkenalkan budaya kepada masyarakat.
Melalui Mangkunegaran Run, Mangkunegaran ingin menciptakan kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Selain itu, ajang ini menjadi ruang kebersamaan yang menggabungkan olahraga, budaya, dan interaksi sosial dalam satu pengalaman yang terbuka bagi semua kalangan.
Baca Juga: Maybank Marathon Digelar Agustus, Bidik Kontribusi Ekonomi BaliRp 300 Miliar
Wali Kota Solo, Respati Adi menyatakan, penyelenggaraan Mangkunegaran Run menunjukkan peningkatan partisipasi dari tahun ke tahun. Pada penyelenggaraan perdana tahun 2023, jumlah peserta sekitar 4.000 pelari, dan kini meningkat menjadi 7.750 pelari.
“Ini menunjukkan bahwa Mangkunegaran Run sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, bukan hanya event tahunan,” kata Respati Adi.
Ia juga menilai, Mangkunegaran Run memiliki keunikan dibandingkan ajang lari lainnya karena menghadirkan pengalaman berlari yang menyatu dengan kekayaan budaya Kota Solo. Para pelari akan melintasi berbagai titik bersejarah, sehingga tidak hanya berolahraga tetapi juga merasakan identitas kota.
Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, menambahkan, keterlibatan pihaknya dalam Mangkunegaran Run merupakan bagian dari dukungan terhadap ekosistem kegiatan yang menggabungkan olahraga, ekonomi, dan komunitas.
“Partisipasi kami dalam Mangkunegaran Run 2026 ini merupakan upaya Permata Bank dalam mendukung ekosistem kegiatan aktif yang mempertemukan aktivitas ekonomi, budaya, dan komunitas dalam wadah olahraga sekaligus memberikan multiplier effect bagi perekonomian lokal, khususnya sektor pariwisata, ekonomi kreatif dan pelaku usaha (UMKM) di Solo.
Melalui perhitungan total emisi karbon yang terhindarkan dari sekitar 7.000 pelari, inisiatif ini diwujudkan dalam penanaman hingga 5.000 pohon di Bukit Tigapuluh, Jambi, sebagai bagian dari upaya pelindungan habitat gajah Sumatra yang terancam punah.”
Selama penyelenggaraan Adeging Mangkunegaran 269, Permata Bank juga menghadirkan berbagai program. Antara lain bonus saldo awal bagi nasabah baru Permata ME Saver serta keuntungan transaksi menggunakan QRIS di area Mangkunegaran MakaN-MakaN.
Mangkunegaran Run memberikan dampak perekonomian terhadap kota Solo sebesar Rp 40 miliar. Rata-rata pengeluaran pelari Rp 2,5 juta di luar tiket. Sebagian besar pengeluaran untuk hotel, konsumsi, oleh-oleh dan wisata. Mangkunegaran Run juga mendorong peningkatan omzet pelaku usaha hingga 103% dan lonjakan jumlah pengunjung sebesar 130%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News