Peristiwa

Naik KRL Bisa Langsung ke Gambir? Ini Rencana Besar KAI

Kamis, 09 Juli 2026 | 04:38 WIB
Naik KRL Bisa Langsung ke Gambir? Ini Rencana Besar KAI

ILUSTRASI. KAI mulai mempersiapkan pengembangan Stasiun Gambir sebagai simpul transportasi terpadu yang membuka peluang integrasi dengan layanan KRL. (DOK/PT KAI)


Sumber: Kompas.com  | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai mempersiapkan pengembangan Stasiun Gambir sebagai simpul transportasi terpadu yang tidak hanya melayani kereta api jarak jauh, tetapi juga membuka peluang integrasi dengan layanan KRL Commuter Line.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba berharap langkah ini diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat menuju kawasan pusat Jakarta sekaligus memperkuat konektivitas antarmoda.

Pengembangan tersebut menjadi bagian dari transformasi Stasiun Gambir menjadi kawasan transportasi yang terintegrasi dengan berbagai moda, mulai dari Transjakarta, MRT, hingga KRL, serta didukung fasilitas komersial dan ruang publik.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, arah pengembangan Gambir tidak lagi hanya berfokus sebagai stasiun keberangkatan dan kedatangan kereta api, melainkan sebagai pusat mobilitas perkotaan yang mampu memenuhi kebutuhan pelanggan secara menyeluruh.

"Gambir kami siapkan sebagai ruang perjalanan yang lebih lengkap. Pelanggan datang untuk naik kereta api, dan di saat yang sama mereka membutuhkan akses yang mudah, alur yang jelas, tempat menunggu yang nyaman, pilihan makanan dan minuman, layanan perjalanan, serta koneksi ke kawasan sekitar,” kata Anne dalam keterangannya, Selasa (7/7/2026).

“Pengembangan Gambir diarahkan agar semua kebutuhan itu tertata dalam satu pengalaman yang lebih baik," lanjut Anne.

Saat ini, Stasiun Gambir melayani 34 perjalanan kereta api reguler setiap hari dengan sekitar 78 aktivitas naik dan turun penumpang.

Baca Juga: Pemda Tegal Salurkan BLT Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau Kepada 2.975 Pekerja

Di sisi lain, jalur layang yang melintasi stasiun tersebut juga dilalui sekitar 326 perjalanan KRL Bogor Line setiap hari, meski hingga kini belum melayani aktivitas penumpang naik maupun turun.

Menurut Anne, pembukaan layanan KRL di Gambir masih memerlukan proses bertahap karena harus didukung kesiapan infrastruktur, pengaturan operasional, kapasitas lintas, aspek keselamatan, serta koordinasi bersama regulator.

"Hari ini Gambir melayani KA Jarak Jauh dan dilintasi Commuter Line. Ruang yang sedang disiapkan adalah bagaimana integrasi itu dapat berjalan lebih baik ketika seluruh aspek teknis sudah siap,” jelas Anne.

“Prinsipnya, pelanggan mendapat akses yang lebih mudah, sementara keselamatan dan keandalan operasi tetap menjadi prioritas," lanjutnya.

Rencana integrasi tersebut dinilai semakin relevan seiring meningkatnya jumlah pengguna Commuter Line Jabodetabek dalam beberapa tahun terakhir.

Data KAI menunjukkan volume perjalanan KRL Jabodetabek meningkat dari sekitar 217,9 juta perjalanan pada 2022 menjadi 344,6 juta perjalanan pada 2025, atau tumbuh sekitar 58,11 persen dalam tiga tahun.

Bogor Line menjadi lintas tersibuk dengan jumlah pelanggan mencapai lebih dari 155 juta orang sepanjang 2025.

Hingga semester pertama 2026 saja, jumlah pengguna lintasan tersebut telah menembus 78 juta perjalanan.

Anne menilai, apabila nantinya Gambir dapat melayani penumpang KRL, masyarakat dari Bogor, Depok, Cibinong, maupun Nambo akan memperoleh akses yang lebih cepat menuju kawasan Monas, pusat pemerintahan, perkantoran, hingga layanan kereta api antarkota.

"Bagi pelanggan dari Bogor Line, Gambir akan memberi akses yang lebih dekat ke pusat Jakarta. Bagi pelanggan KA Jarak Jauh, integrasi itu membuka pilihan lanjutan yang lebih luas setelah tiba di Gambir. Dari sini, perjalanan menjadi lebih ringkas, lebih mudah dipahami, dan lebih dekat dengan tujuan pelanggan," ujarnya.

KAI juga menyiapkan Gambir sebagai Modern Station & Lifestyle Hub yang menggabungkan fungsi transportasi, ruang publik, budaya, dan aktivitas ekonomi dalam satu kawasan.

Konsep pengembangan tersebut mencakup integrasi dengan jaringan Transjakarta dan MRT, penataan jalur pedestrian, pembangunan area komersial, hotel, lounge, rooftop park, ruang pertemuan, hingga intermoda hub yang menghubungkan berbagai moda transportasi.

Di sisi komersial, saat ini Gambir telah memiliki 132 area usaha yang terdiri atas gerai makanan dan minuman, minimarket, toko buku, pusat oleh-oleh, hotel transit, ATM, vending machine, hingga berbagai layanan pendukung perjalanan.

Tonton: Viral Campur Pertalite dan Pertamax Turbo Bikin Irit! Benarkah Bisa Jadi RON 92?

Berdasarkan kajian pengembangan, area ritel baru berpotensi mencapai sekitar 15.479 meter persegi, sedangkan fasilitas hotel dan ruang pertemuan sekitar 3.756 meter persegi.

Apabila seluruh rencana terealisasi, kawasan tersebut diperkirakan mampu menampung sekitar 220 hingga 310 unit usaha dan membuka sekitar 500 hingga 1.000 lapangan kerja, baik secara langsung maupun melalui sektor pendukung seperti kebersihan, keamanan, logistik, pengelolaan gedung, hingga layanan pelanggan.

Anne menambahkan, pengembangan Gambir juga dilakukan sejalan dengan penguatan fungsi Stasiun Manggarai sebagai stasiun sentral.

Menurutnya, kedua stasiun akan memiliki peran berbeda namun saling melengkapi dalam sistem transportasi Jabodetabek.

"Manggarai mengelola perpindahan antarlintas dalam skala besar, sedangkan Gambir diperkuat sebagai gerbang perjalanan KA Jarak Jauh di pusat kota sekaligus akses menuju kawasan Monas dan titik integrasi antarmoda. Dengan pembagian fungsi tersebut, sistem transportasi publik di Jakarta akan menjadi lebih tertata," kata Anne.

Ia menegaskan, transformasi Gambir diarahkan agar masyarakat memperoleh pengalaman perjalanan yang lebih praktis, nyaman, dan terhubung dengan berbagai aktivitas di pusat ibu kota.

"KAI ingin Gambir menjadi stasiun yang semakin mudah diakses, nyaman digunakan, dan dekat dengan kebutuhan pelanggan. Dengan pengembangan yang bertahap, Gambir disiapkan untuk menghubungkan perjalanan antarkota, mobilitas harian, transportasi lanjutan, kuliner, ritel, budaya, dan aktivitas kawasan pusat Jakarta dalam satu ruang yang lebih tertata," tegas Anne.

Sumber:
https://money.kompas.com/read/2026/07/08/073624026/stasiun-gambir-bakal-layani-krl-ini-persiapan-kai?page=all#page1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Video Terkait


Terbaru