Jawa Tengah

Operasional Stasiun Semarang Tawang lumpuh karena kebanjiran

Selasa, 23 Februari 2021 | 23:17 WIB Sumber: Kompas.com
Operasional Stasiun Semarang Tawang lumpuh karena kebanjiran

ILUSTRASI. Karyawan menyelamatkan sejumlah barang dari kantor yang terendam banjir di Stasiun Tawang, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (6/2/2021).


KONTAN.CO.ID - SEMARANG. Stasiun Semarang Tawang kembali terendam banjir usai dilanda hujan lebat selama beberapa jam pada Selasa (23/2) sore. Sejumlah titik di stasiun yang terendam banjir di antaranya akses masuk dengan ketinggian air sekitar 55 cm, halaman parkir dengan ketinggian air sekitar 40 cm hingga memasuki hall stasiun dengan ketinggian air sekitar 75 cm.

Kemudian pada emplasemen stasiun jalur 1 hingga 7 ketinggian air sekitar 14 cm dari kop rel. Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Krisbiyantoro mengatakan, kondisi ini menyebabkan operasional perjalanan kereta api dari dan menuju Stasiun Semarang Tawang untuk penumpang tidak bisa berfungsi.

"Sehingga untuk sementara waktu Stasiun Tawang kembali dinonaktifkan sebagai stasiun yang melayani naik dan turun penumpang," kata Kris dalam siaran pers, Selasa (23/2). Atas kejadian tersebut, pihaknya menyampaikan maaf sebesar-besarnya atas terganggunya perjalanan kereta api di Stasiun Tawang.

Kris menyebut, kereta api yang tidak bisa melanjutkan perjalanan sementara waktu yakni KA Jayabaya relasi Malang-Pasar Senen. Hingga pukul 21.13 WIB, kereta api tersebut masih tertahan di Stasiun Alastua sehingga menyebabkan keterlambatan 165 menit.

Baca Juga: Stasiun Gambir dan Pasar Senen kembali berangkatkan kereta jarak jauh

Namun, pihaknya mengoperasikan lokomotif hidrolik untuk sarana menarik rangkaian KA Jayabaya yang di Alastua melewati genangan di emplasemen Tawang yang masih cukup tinggi airnya. Sedangkan untuk kereta api yang tertahan lainnya yakni KA Joglosemarkerto tujuan Solo di Semarang Poncol dan KA Joglosemarkerto tujuan Purwokerto di Brumbung.

"Service recovery sudah disiapkan juga di Stasiun Poncol untuk penumpang KA Jayabaya. Juga upaya pengalihan dengan menggunakan minibus dari Stasiun Brumbung menuju ke Semarang Poncol," ujarnya.

Sejauh ini, penanganan banjir dilakukan dengan menghidupkan pompa air utama di Stasiun Tawang untuk mengurangi debit air. "Petugas perawatan jalur rel dikerahkan ke lokasi banjir hingga menyiapkan pola operasi naik turun penumpang kereta api dipindahkan ke Stasiun Semarang Poncol," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Operasional Stasiun Semarang Tawang Lumpuh karena Kebanjiran.
Penulis: Kontributor Semarang, Riska Farasonalia
Editor: Dony Aprian

Baca Juga: Setelah keretaapi, GeNose bakal diterapkan pada transportasi laut dan udara

Editor: Wahyu T.Rahmawati
Terbaru