Umum

Pameran Tunggal Arkiv Vilmansa Digelar di Galeri Nasional

Jumat, 28 Februari 2025 | 21:47 WIB   Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk
Pameran Tunggal Arkiv Vilmansa Digelar di Galeri Nasional

ILUSTRASI. Pameran Tunggal seniman kontemporer Arkiv Vilmansa digelar di Galeri Nasional Indonesia pada 22 Februari hingga 11 Mei 2025


PAMERAN SENI - JAKARTA. Pameran Tunggal seniman kontemporer asal Bandung, Arkiv Vilmansa, bertajuk Semesta Arkiv digelar di Galeri Nasional Indonesia pada 22 Februari hingga 11 Mei 2025. Pameran ini digelar sebagai kolaborasi Galeri Nasional, Studio Arkiv, dan Galeri Zen1.

Dikuratori oleh Rizki A. Zaelani, pameran ini menawarkan perspektif filosofis yang merujuk pada pemikiran Friedrich Nietzsche bahwa memiliki seni agar tidak mengalami kematian realitas.

Karya-karya Arkiv dihadirkan sebagai ruang dialog antara seni dan realitas kontemporer, di mana teknologi tidak dilihat sebagai ancaman, melainkan sebagai alat untuk memperkuat otonomi ekspresi manusia.

“Arkiv Vilmansa tidak hanya menciptakan karya seni, tetapi juga menghidupkan semesta imajinasi yang mengajak kita merayakan keberagaman dan kebebasan. Dalam pameran ini, ia membuktikan bahwa seni kontemporer bisa menjadi jembatan antara tradisi, teknologi, dan harapan masa depan,” kata Rizki dalam ketereangannya, Jumat (28/2)

Baca Juga: Rifat Sungkar Menyambangi Pameran Jam Vintage di IIMS 2025

Semesta Arkiv menampilkan perjalanan kreatif Arkiv Vilmansa yang karyanya dikenal melalui eksplorasi warna, karakter imajinatif, dan kolaborasi lintas disiplin. Perjalanan kreatif disugugjan menjadi lima bagian yang tersebar di beberapa gedung Galeri Nasional Indonesia yaitu Laut Semua Warna, Sintesa, Metaphor of Memories, Monument of Sense, Widya Segara.

Arkiv Vilmansa memaparkan bahwa  Laut Semua Warna di Gedung A mempresentasikan fase perubahan serta pembaruan  mutakhir karya-karya Arkiv yang terinspirasi dari kehidupan laut. 

Sintesa di Gedung B menunjukkan karya-karya hasil kerja kolaborasi kreatif Arkiv dengan para seniman lain, yaitu Sunaryo, Darbotz, Erwin Windu Pranata, dan Mulyana (Mangmoel). 

Baca Juga: Galeri Nasional Hadirkan Pameran Tribut untuk Hardi, Berlangsung hingga 26 Januari

Di Gedung D juga ditampilkan Monument of Sense (Mickiv Hoep x Sunaryo) yang merupakan proyek khusus hasil kolaborasi Arkiv Vilmansa bersama perupa Sunaryo.

Widya Segara (Wisdom of the Sea) di area outdoor menampilkan balon paus raksasa dari material plastik dengan bentuk dan warna yang khas, yang bernama Raga dengan ukuran 4x6 meter dan panjang 30 meter, serta Runa dengan dimensi 2x3 meter dan panjang 15 meter. 

Selanjutnya: Ekonomi Suram, Rupiah Terburuk Sejak 1998 dan IHSG Ambruk ke Level 6.270

Menarik Dibaca: IDEC 2025 Dorong Inovasi di Industri Kesehatan Gigi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dina Hutauruk
Tag
Terbaru