Pembayaran UGR Proyek Jalan Tol Jogja-Solo Beri Rentetan Manfaat ke Masyarakat

Jumat, 26 Agustus 2022 | 22:52 WIB   Reporter: Ratih Waseso
Pembayaran UGR Proyek Jalan Tol Jogja-Solo Beri Rentetan Manfaat ke Masyarakat

ILUSTRASI. Penyerahan ganti rugi pengadaan tanah jalan tol Solo - Yogyakarta - Kulonprogo


KONTAN.CO.ID - YOGYAKARTA. Pemerintah dalam hal ini Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) telah menyalurkan sekitar Rp3,4 miliar uang ganti rugi kepada warga terdampak proyek tol Solo-Yogyakarta-Kulon atau Tol Jogja-Solo dari tahun 2020.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menyebut, dengan penggantian tersebut memiliki manfaat tak hanya dirasakan oleh warga yang lahannya terkena proyek jalan tol.

"Saya melihat ini pembayaran uang ganti untung ke masyarakat, pelepasan hak sehingga tanahnya bisa digunakan untuk jalan tol kita. Kita harapkan ini bisa mengingatkan aktivitas masyarakat. Saya berharap dan minta ke seluruh staf Kementerian Keuangan untuk memproses cepat, efisien dan memastikan hak atas pemilik tanah," kata Suahasil dalam Penyerahan Uang Ganti Rugi Proyek Jalan Tol Jogja-Solo Warga Kalurahan Purwomartani, Kamis (25/8).

Baca Juga: Perbaiki Kualitas Ekspor, GPEI DKI Luncurkan Program Ekosistem Ekspor Terpadu

Ia menjelaskan, jalan tol Jogja-Solo sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk mendapatkan prioritas pengerjaan, maka proyek jalan tol ini masuk dalam proyek strategis nasional (PSN).

Suahasil menyampaikan Ia lebih senang menyebut penggantian atas hak lahan yang terdampak sebagai uang ganti untung. Pasalnya ada beberapa manfaat yang akan dirasakan tak hanya ke pemilik lahan tapi juga pemerintah hingga masyarakat pengguna jalan tol nantinya.

Pemerintah memastikan uang yang didapatkan pemilik tanah sebelumnya mendapatkan penilaian secara independen. Dimana ini memastikan agar nilai tanah tersebut merupakan nilai yang wajar atau tidak boleh merugikan pemilik tanah.

Adapun manfaat adanya penggantian uang tersebut tak hanya dirasakan oleh pemilik tanah/lahan. Negara nantinya akan membangun proyek tersebut, yang dimana dalam prosesnya akan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

Selanjutnya, yang mendapat untung adalah para pekerja. Dimana dalam pengerjaannya jalan tol Jogja-Solo akan memerlukan banyak sekali tenaga kerja di proyek secara langsung, ataupun pekerja di bawah PT maupun pekerja yang menjadi supplier.

Selanjutnya, ketika jalan tol telah rampung dikerjakan, maka dapat digunakan seluruh masyarakat, meningkatkan aktivitas ekonomi dan meningkatkan konektivitas. Maka, Suahasil juga berharap agar pembangunan jalan tol Jogja-Solo dapat diselesaikan tepat waktu.

"Sehingga akhirnya yang mendapatkan untung seluruh masyarakat untung uang menggunakan jalan ini. Karena itu ini seluruh proses yang kita dipastikan menghormati hak pemilik tanah, penggantian hak yang wajar yang dinilai secara independen, menciptakan kesempatan kerja, menciptakan keuntungan bagi pembangunan ekonomi. Maka semua proses harus rapi," jelasnya.

Direktur Utama PT Jogjasolo Marga Makmur (JMM) Adrian Priohutomo mengatakan, dari 7.800 bidang yang akan dibebaskan, hingga kini sudah 3.300 lahan dibebaskan. Maka progres pembebasan lahan atas bidang hingga saat itu 45% itu tahap 1.

"Target penyelesaian, tahap I ini target Q1 dan selesai konstruksi 2024, kemudian uji laik Q2 dan Q3 operasi," jelas Adrian

Adapun progres pengerjaannya dibagi menjadi dua segmen, untuk segmen 1.1 mencapai 40,2%, sedangkan program fisik secara total 20% dari total keseluruhan sejauh 96,5 kilometer.

Adrian mengatakan, untuk proses pembebasan lahan ditargetkan rampung akhir tahun ini. Kemudian untuk seksi 2 pembebasan lahannya ditargetkan selesai pada 2025.

Untuk pembebasan lahan proyek masuk dalam proyek strategi nasional (PSN) ini menggunakan alokasi dana dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

Direktur Utama LMAN Basuki Purwadi mengatakan, untuk realisasi ganti rugi kepada warga yang terdampak tahun ini dari Januari-Agustus telah mencapai Rp1,6 triliun. Kemudian sepanjang 2020-2022 total uang ganti rugi (UGR) yang telah disalurkan sebesar Rp3,4 triliun.

Baca Juga: Indonesia Butuh Investasi TIK Signifikan untuk Percepat Transformasi E-Government

Kemudian pada 24-25 Agustus telah diberikan UGR kepada warga terdampak tol Jogja-Solo di Kalurahan Purwomartani, Kalasan, sekitar Rp160,6 miliar. "Kemarin Rp70,6 miliar. Hari ini 70 bidang Rp90 miliar," kata Basuki.

Kepala Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) DIY, Suwito mengatakan, untuk tahapan pembayaran UGR di Purwomartani kemarin (24-25 Agustus) merupakan tahapan yang sekian. Dimana total pembayaran UGR untuk warga terdampak disana ialah Rp401 miliar terdiri dari 272 bidang.

"Ini sudah tahapan ke sekian, karena sebetulnya sudah ada tahapan sebelumnya per dusun. Dan ini yang terakhir untuk perorangan," kata Suwito.

Ia menjelaskan setelah tim appraisal melakukan penilaian dan menetapkan nilai ganti rugi, dilanjutkan dengan musyawarah penggantian rugi antara warga dengan tim pelaksana pengadaan tanah. Apabila ada warga terdampak keberatan dengan nilai ganti rugi, diberikan kesempatan untuk mengajukan keberatan di pengadilan negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru