Pemprov Jabar akan dirikan sentra vaksin Covid-19 di mall Bandung & kota lain lain

Jumat, 13 Agustus 2021 | 09:29 WIB   Reporter: Adi Wikanto
Pemprov Jabar akan dirikan sentra vaksin Covid-19 di mall Bandung & kota lain lain

ILUSTRASI. Pemprov Jabar akan dirikan sentra vaksin Covid-19 di mall Bandung & kota lain lain


KONTAN.CO.ID - Bandung. Sentra vaksin di Bandung dan kota lain akan hadir untuk mempercepat layanan vaksinasi Covid-19 warga Jawa Barat. Pasalnya, sejauh ini jumlah warga Jawa Barat yang disuntik vaksin Covid-19 masih sedikit.

Dilansir dari situs Jabarprov.go.id, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat berencana menggelar sentra vaksin Covid-19 di mal atau pusat perbelanjaan di Bandung dan kota lain yang sudah dapat beroperasi selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Inovasi sentra vaksin di Bandung dan kota lain itu digagas untuk mempercepat sekaligus memperluas cakupan vaksinasi di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil mengatakan, sentra vaksinasi Covid-19 diharapkan memudahkan masyarakat yang akan mengunjungi mal untuk mendapatkan vaksin Covid-19. Sedangkan, masyarakat yang belum divaksin karena kesehatan harus menunjukkan hasil tes Covid-19, baik PCR ataupun rapid antigen. 

"Jadi, mal bisa sesuai harapan (dapat kembali beroperasi), tetapi kita juga bisa dibantu ada peningkatan vaksinasi. Inovasi ini akan ditindak lanjuti oleh Sekretaris Daerah Jabar," kata Ridwan Kamil, dalam jumpa pers virtual di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (10/08/2021). 

Baca juga: Cara mengubah data yang salah di sertifikat vaksin Covid-19

Merujuk Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 30 Tahun 2021, mal yang berada di daerah level 3 dan 2 dapat beroperasi dengan berbagai pembatasan. Selain itu, ada empat daerah level 4 yang akan uji coba membuka mal. Keempat daerah itu yakni DKI Jakarta, Kota Bandung, Kota Semarang, dan Kota Surabaya.

Menurut Ridwan Kamil, Pemda Provinsi Jawa Barat menargetkan kekebalan komunal atau "herd immunity" terbentuk akhir 2021. Untuk mengejar target tersebut, penyuntikan vaksin Cobid-19 setiap harinya terus ditingkatkan. Saat ini, penyuntikan vaksin di Jawa Barat sudah mencapai hampir 150.000 dosis per hari.

"Kita sudah meningkatkan tiga kali lipat penyuntikan per harinya, dari 50.000 dosis menjadi hampir 150.000 dosis. Kita sudah tertinggi nomor dua setelah DKI Jakarta. Jakarta dengan infrastrukturnya itu 180.000, kita hampir 150.000. Jadi sudah sangat tinggi," ucapnya. 

Ridwan Kamil menyatakan, Pemda Provinsi Jawa Barat akan meningkatkan hingga 450.000 dosis per hari sampai Desember dengan memaksimalkan puskesmas yang belum optimal. Petugas puskesmas akan bekeliling ke desa-desa untuk memberikan suntikan vaksin Covid-19.

Dan untuk mempercepat penyuntikan vaksin Covid-19, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan berkoordinasi dengan klinik-klinik dan rumah sakit untuk membuat layanan sentra vaksin Covid-19, , termasuk menyiapkan Mobil vaksinasi Covid-19.

"Kemudian inovasi pihak ketiga, ada sentra vaksin Covid-19 di industri, mall, di mana-mana. Kami berharap Desember selesai dengan catatan jumlah vaksin yang diberikan ke Jabar itu minimal 15 juta dosis vaksin sebulan," imbuhnya.

Berdasarkan data pen-prod.udata.id pada 10 Agustus 2021, masyarakat Jawa Barat yang telah mendapat vaksin Covid-19 dosis pertama sebanyak 6.922.375 orang, sementara untuk dosis kedua sebanyak 3.402.548 orang.

Pada periode yang sama, total distribusi vaksin Covid-19 dari pemerintah pusat ke Jawa Barat sebanyak 13.346.384 dosis. Sedangkan realisasi sudah mencapai 10.181.667 dosis atau 76,28 persen dari total distribusi. 

Adapun sisa distribusi-realisasi sebanyak 3.164.717 dosis akan digunakan untuk dosis kedua yang membutuhkan 3.469.079 dosis. Artinya, saat ini, Jabar kekurangan vaksin Covid-19 untuk dosis kedua sebanyak 304.362 dosis. 

Selanjutnya: Jadi booster, ini efek samping vaksin Covid-19 Moderna yang banyak terjadi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto

Terbaru