Jawa Timur

Pemprov Jatim perkuat konsolidasi untuk redam corona dan pemulihan ekonomi

Jumat, 04 September 2020 | 15:38 WIB   Reporter: Barly Haliem
Pemprov Jatim perkuat konsolidasi untuk redam corona dan pemulihan ekonomi

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kedua kiri), Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa (kedua kanan) dan Wakapolri Komjen (Pol) Gatot Eddy Pramono (kiri) berbincang usai menggelar pertemuan dan dialog di Gedung Negara

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) terus memperkuat konsolidasi guna menekan penyebaran virus corona dan pemulihan ekonomi di Jatim.

Terbaru, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Andika Perkasa dan Wakapolri Komjen Pol.  Gatot Eddy Pramono, selalu Wakil Ketua I dan II Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) berkunjung ke Gedung Negara Grahadi Surabaya, (3/9).

Kehadiran keduanya di Grahadi diterima langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak. Turut hadir dalam acara ini Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, para perwira tinggi dari Markas Besar TNI AD, Markas Besar Polri, Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim, serta Sekdaprov Jatim.

Khofifah mengatakan, kedatangan KASAD dan Wakapolri ini untuk memperkuat konsolidasi dan keberseiringan dalam pengendalian Covid-19 serta pemulihan ekonomi di Jatim.

“Kehadiran Bapak KASAD dan Wakapolri ke Jatim ini memberikan penguatan   bagi seluruh elemen di Jatim dalam penanganan Covid-19 mulai dari ketersediaan alat kesehatan,  tenaga medis serta pencegahan agar  masyarakat siap menggunakan masker serta ikut dalam proses saling mengedukasi. Harapan kita semua ini juga bisa mendorong kontraksi ekonomi berubah  menjadi positif sebagai  indikator percepatan  pemulihan ekonomi saat pandemi covid-19 di Jatim,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Jumat (4/9).

Baca Juga: Khofifah gandeng alumni pasien corona demi edukasi protokol kesehatan

Di hadapan KASAD dan Wakapolri, Khofifah mengatakan bahwa per (2/9), jumlah kesembuhan di Jatim mencapai 26.777 orang atau 78,13%. Angka ini merupakan prosentase kesembuhan tertinggi di Pulau Jawa dan lebih tinggi dari nasional yang mencapai 71,9%.

Tidak hanya itu, berdasarkan hasil survei Indopol pada tanggal 23-28 Juli 2020, mayoritas masyarakat Jatim atau sekitar 75% warga mengapresiasi kinerja Pemprov dalam menangani Covid-19. Mereka mengaku terkesan dengan pesan terkait kepatuhan terhadap protokol kesehatan.

“Ini menjadi pemacu kita untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat terutama dalam penanganan Covid-19. Tentu kami akan terus berikhtiar meningkatkan dan memperbaiki. Harapan  kami  semua pasien bisa terlayani dengan baik dan meminimalkan angka kematian,” imbuhnya.

Sedangkan dalam pemulihan ekonomi di Jatim, Khofifah mengatakan ada beberapa strategi yang dilakukan Pemprov Jatim. Diantaranya dengan penyelarasan program antar stakeholder (rembug nyekrup) seperti sektor pariwisata, perhubungan  dan ekonomi kreatif.

Baca Juga: Pemutihan pajak daerah Jawa Timur digelar kembali, ini fasilitasnya

Kemudian program Jaring Pengaman Sosial/JPS untuk menjaga daya beli masyarakat di era pandemi, serta kebijakan insentif Gubernur seperti pembebasan denda keterlambatan pembayaran pajak kendaraan bermotor.

“Kami juga terus menggerakkan kembali sektor-sektor seperti pariwisata, industri dan perdagangan, investasi, penguatan ketahanan pangan, serta pemulihan sektor UMKM. Apalagi Jawa Timur adalah penyumbang perekonomian terbesar kedua di Indonesia dengan kontribusi sebesar 14,60%,” paparnya.

Sementara itu KASAD Jenderal TNI Andika Perkasa mengatakan bahwa kunjungan ini juga dilakukan ke beberapa provinsi lain untuk mendapatkan masukan terkait penanganan Covid-19 di berbagai daerah.

Sedangkan Wakapolri Komjen Pol.  Gatot Eddy Pramono,  mengingatkan kembali pentingnya penggunaan masker sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Selain itu, dirinya mengingatkan pentingnya penegakan disiplin berbasis komunitas.

Selanjutnya: Dampak Virus Corona: tak hanya serang paru-paru, tapi juga organ lainnya

 

Editor: Markus Sumartomjon


Terbaru