Jabodetabek

Penanganan Banjir di Bekasi Tak Bisa Instan, Begini Penjelasan Menteri PU

Minggu, 25 Januari 2026 | 15:48 WIB
Penanganan Banjir di Bekasi Tak Bisa Instan, Begini Penjelasan Menteri PU

ILUSTRASI. Menteri PU tegaskan penanganan banjir Bekasi butuh waktu panjang dan koordinasi. (Dok/Kementerian PU)


Reporter: Arif Ferdianto  | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID — JAKARTA. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkap penanganan banjir di Bekasi memerlukan waktu yang panjang dan tak bisa dilaksanakan secara instan.

Meskipun demikian, saat ini penanganan banjir di Kabupaten Bekasi terus dijalankan berdasarkan desain teknis yang telah disusun oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) dan akan ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait.

"Penanganan banjir di Bekasi ini tidak dapat dilakukan secara parsial maupun instan. Beberapa pekerjaan membutuhkan penyelesaian persoalan lahan serta sinergi kewenangan antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Kabupaten Bekasi," ujar Dody dalam keterangan resmi, Minggu (25/1/2026).

Baca Juga: Bali Perketat Pintu Masuk Modal Asing, Wacana Batas Minimal Investasi Rp 100 Miliar

Meski demikian, desain teknis penanganan yang sudah disiapkan oleh Ditjen SDA masih perlu dilakukan pembahasan bersama Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Provinsi Jawa Barat, karena terdapat beberapa titik yang memerlukan pembebasan lahan.

Dody menambahkan, pihaknya membidik progres penanganan banjir Bekasi dapat bergerak signifikan hingga Mei – Juni tahun ini. Pembahasan akan dipercepat termasuk terkait wacana penambahan akses dan kesiapan daerah.

Terkait Sungai CBL (Cikarang Bekasi Laut), Menteri PU menegaskan bahwa penanganannya tidak dapat dilakukan hanya dengan pelebaran sungai semata. Diperlukan pendekatan menyeluruh yang mencakup pengelolaan aliran dari hulu ke hilir, pengendalian sedimentasi, pengamanan bantaran, serta integrasi dengan sistem drainase kawasan.

"Kementerian PU tidak dapat bekerja sendiri dalam menyelesaikan persoalan banjir Bekasi. Diperlukan koordinasi erat dengan pemerintah daerah, baik Kabupaten Bekasi maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat," tambah Dody.

Baca Juga: Daftar Wilayah di Jabodetabek Ini Bakal Diterjang Hujan & Angin Kencang Pekan Ini

Untuk diketahui, Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai CIliwung Cisadane (BBWS CC) Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) juga mengatasi banjir di wilayah Jabodetabek dan telah mengerahkan pompa mobil sejak 22 Januari 2026 untuk mendukung percepatan pengendalian genangan di sejumlah titik terdampak. 

Sebaran lokasi pompa mobile tersebut antara lain 1 unit di Mustika Wanasari Cibitung, 1 unit di Pondok Timur Mas Bekasi, 2 unit di Perum Jatibening Permai, 1 unit di Jalan DI Panjaitan Cawang, 1 Unit di Cililitan, 1 unit di Hutan Kemayoran, 1 unit di Perumahan IKIP, 2 unit di Maharta, 1 unit di Pinang Griya, 1 unit di pintu air Mookervart, 1 unit di Jalan Daan Mogot KM 13, dan 1 unit di Kembangan Utara.

Selanjutnya: Terdampak Cuaca Ekstrem di Awal Tahun 2026, Penghasilan Nelayan Turun Hampir 50%

Menarik Dibaca: 5 Manfaat Rutin Minum Kopi Setiap Hari untuk Kesehatan Tubuh

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru