KONTAN.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya bibit siklon tropis 98P di wilayah Indonesia.
Melalui akun resmi Instagram BMKG, Minggu (1/2/2026), bibit siklon tersebut terpantau berada di sekitar daratan utara Australia pada pukuul 07.00 WIB.
BMKG menyebutkan bahwa bibit siklon tersebut memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis.
Dalam 24 jam ke depan, diperkirakan bibit siklon akan bergerak ke arah timur menjauhi wilayah Indonesia.
Meski berpeluang rendah menjadi siklon tropis, bibit siklon tentu memiliki dampak terhadap cuaca di Indonesia.
Lantas, apa dampak dari adanya bibit siklon 98P?
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sumut Senin (2/2): Cek Wilayah yang Aman dari Hujan Hari Ini!
Dampak bibit siklon tropis 98P
Bibit siklon tropis 98P diketahui terbentuk sejak Kamis (29/1/2026) pukul 13.00 WIB.
Pada saat itu, bibit siklon tropis tersebut terpantau berada di wilayah monitoring Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta.
Prakirawan TCWC Jakarta dari BMKG, Wahyu Argo mengatakan bahwa bibit siklon tropis 98P berdampak tidak langsung terhadap wilayah Indonesia.
"Bibit siklon tropis 98P memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan yakni hingga 2 Februari 2026 pukul 07.00 WIB," kata Wahyu ketika dihubungi Kompas.com pada Minggu (1/2/2026).
Dampak tersebut antara lain berupa hujan sedang hingga lebat serta angin kencang di wilayah Indonesia.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG Senin (2/2): Sebagian Aceh Hujan Ringan hingga Sedang
Hujan sedang hingga lebat terpantau berdampak di wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku bagian barat daya, serta kepulauan Tanimbar.
"Kemudian potensi angin kencang berada di Nusa Tenggara Timur, Maluku bagian barat daya, dan Kepulauan Tanimbar," kata Wahyu.
Gelombang perairan juga terdampak dari adanya bibit siklon tropis tersebut, antara lain berupa tinggi gelombang dari sedang yakni 1,25 meter hingga 2,5 meter hingga kategori tinggi yakni 2,5 meter hingga 4 meter.