Perkuat Talenta Digital, YCAB Foundation dan Orica Luncurkan Program STEM Spark

Selasa, 03 Maret 2026 | 14:42 WIB
Perkuat Talenta Digital, YCAB Foundation dan Orica Luncurkan Program STEM Spark


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk  | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. YCAB Foundation bekerja sama dengan Orica meluncurkan Program STEM Spark: Ignite Future Career di Kalimantan Timur untuk memperkuat pendidikan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang relevan dengan kebutuhan masa depan.  Inisiatif ini sejalan dengan upaya Orica dalam membangun sumber daya manusia siap industri.

Program tiga tahun ini menargetkan 1.000 siswa SMA/SMK dan 50 guru dari 20 sekolah, dengan fokus meningkatkan kesiapan siswa menghadapi dunia kerja dan menutup kesenjangan gender di bidang STEM, dengan target 60% peserta perempuan.

STEM Spark mengadopsi pembelajaran aplikatif dan kontekstual melalui penguatan kapasitas guru, project-based learning, gamifikasi, dan kegiatan seperti Career Day. Guru akan mengikuti Training of Trainers (ToT) untuk mengembangkan metode pengajaran interaktif, lalu mendampingi siswa dalam hands-on learning dan pengembangan keterampilan kritis, kreatif, serta percaya diri.

Baca Juga: Perkuat Pendidikan dan Gizi di NTT, UNICEF dan DBS Foundation Berkolaborasi

Program dibagi tiga fase, yakni peningkatan kapasitas guru, pendalaman materi STEM dan Design Thinking untuk siswa, serta kompetisi berbasis proyek yang ditutup dengan STEM Festival sebagai ajang apresiasi dan pengenalan peluang pendidikan lanjutan.

Langkah ini penting di tengah kebutuhan Indonesia mencetak 9 juta talenta digital pada 2030, sementara saat ini baru menghasilkan 100.000–200.000 talenta per tahun dari kebutuhan 600.000, serta rendahnya partisipasi perempuan di bidang STEM.

James Tiedgen, President Director Orica Indonesia, menekankan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan prioritas perusahaan dalam pemberdayaan komunitas. “Melalui program ini, kami ingin membekali pelajar, khususnya di Kalimantan Timur, dengan keterampilan STEM yang membuka peluang lebih luas,” ujar James dalam keterangannya, Selasa (3/3/2026).

Veronica Colondam, Founder dan CEO YCAB Foundation, menegaskan bahwa kolaborasi ini dirancang untuk mendukung pengembangan talenta masa depan secara holistik, dengan membekali generasi muda pengetahuan dan keterampilan STEM sekaligus mengenalkan mereka pada dunia industri, sehingga siswa memperoleh pemahaman utuh mengenai kaitan pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan dan peluang di dunia kerja.

Baca Juga: Bukan di Jakarta Atau Bandung! Ini SMP Paling Berprestasi di Indonesia 2026

Program ini dimulai dengan Pelatihan Guru STEM Spark pada 11–12 Februari 2026 di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur, untuk memastikan guru siap mengimplementasikan modul STEM secara efektif.

Kolaborasi ini diharapkan memperkuat ekosistem pendidikan STEM yang berkelanjutan dan membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda, khususnya perempuan, untuk berpartisipasi dalam bidang STEM di masa depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru