Polbangtan Kementan Gelar Workshop Pemantauan dan Evaluasi Program Petani Milenial

Rabu, 24 Agustus 2022 | 22:29 WIB   Reporter: Noverius Laoli
Polbangtan Kementan Gelar Workshop Pemantauan dan Evaluasi Program Petani Milenial

Direktur Polbangtan Malang, Setya Budhi Udrayana (depan ke-5 kanan) bersama peserta Workshop Pemantauan dan Evaluasi Program YESS tahun 2022 di Labuan Bajo


KONTAN.CO.ID - MANGGARAI BARAT. Polbangtan Malang yang merupakan penanggung jawab Program YESS di Jawa Timur sebagai Provincial Project Implementation Unit (PPIU) menyelenggarakan Workshop Pemantauan dan Evaluasi Program YESS tahun 2022 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. 

Workshop yg dihadiri oleh 67 orang yg terdiri dari 36 dari PPIU Jatim, delapan orang dari DIT Pacitan, delapan orang dari DIT Malang, delapan orang dari DIT Pasuruan dan tujuh orang dari Tulungagung.

Peserta dari luar PPIU Jatim adalah kepala dinas, Asisten II Bupati, DCT (Bapedda), dan Koordinator DIT beserta tim. 

Kegiatan ini  bertujuan untuk mengevaluasi progres kegiatan masing-masing DIT wilayah binaan PPIU Jawa Timur yakni Pasuruan, Malang, Tulungagung, dan Pacitan, pemaparan rencana pencapaian tujuan hingga akhir tahun 2022, dan strategi pengawalan dan pendampingan penerima manfaat program YESS.

Baca Juga: Staf Khusus Menko PMK Akui Polbangtan Kementan Ujung Tombak Regenerasi Petani

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyadari betul peran generasi muda dalam pembangunan pertanian sangatlah penting untuk meningkatkan pertanian di Indonesia. Kementan terus mendukung generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian. 

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi berharap melalui program YESS akan terwujud regenerasi pertanian, meningkatnya kompetensi sumber daya manusia dari perdesaan serta meningkatnya jumlah wirausaha muda di bidang pertanian.

"Sektor pertanian akan menjadi lapangan kerja menarik, prospektif dan menguntungkan dan dapat berdampak pada penurunan angka pengangguran serta terjadinya urbanisasi,” katanya.

Dedi pun mengharapkan petani serta wirausaha pertanian milenial mampu menjadi resonansi penggerak tenaga muda di sekitarnya untuk menjadi SDM pertanian unggulan yang mampu menggenjot pembangunan pertanian menjadi pertanian maju, mandiri dan modern.

Baca Juga: Gara-gara Perang Ukraina, Produsen Mi Instan di Thailand Menjerit

"Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh program YESS adalah menciptakan lingkungan regulasi yang kondusif terhadap usaha pelibatan pemuda di sektor pertanian," kata Dedi Nursyamsi.

Project Manager PPIU Jawa Timur, Dr Acep Hariri melaporkan bahwa kegiatan di lapangan baru mencapai 50% sehingga diperlukan peran dari pemerintah daerah untuk melakukan intervensi lain baik pengawalan dan pendampingan yg melibatkan pemerintah daerah. 

"Untuk mempercepat realisasi maka diperlukan langkah² strategis yg dikemas melalui kegiatan workshop ini," kata Acep saat memaparkan laporan kegiatan pada pembukaan workshop. 

Baca Juga: Pemerintah akan Wajibkan Importir Gandum Serap Sorgum, Ini Respons Aptindo

Kegiatan tersebut disambut baik oleh Direktur Polbangtan Malang, Setya Budhi Udrayana yang pada kesempatan ini hadir dan memberi sambutan dan membuka  Workshop ini.

"Workshop pemantauan dan evaluasi YESS memang diperlukan sebagai pengawalan dan pendampingan generasi muda untuk pengembangan wirausahawan di bidang pertanian di masing² DIT," kata Setya BU yang akrab disapa Uud saat memberikan sambutan.

Harapannya dengan mengetahui progres yg akan disampaikan oleh masing² DIT, akan tersusun strategi yg ditempuh untuk pencapaian target. 

"Pengembangan akses KUR, juga bisa menjadi salah satu strategi dalam peningkatan kapasitas penerima manfaat 18000 orang dalam akses permodalan," kata Uud.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli

Terbaru