Jabodetabek

Polisi: Lalin Bandara Soetta tersumbat kendaraan penjemput Habib Rizieq

Selasa, 10 November 2020 | 08:57 WIB   Reporter: Yudho Winarto
Polisi: Lalin Bandara Soetta tersumbat kendaraan penjemput Habib Rizieq

ILUSTRASI. Rizieq Shihab

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Akses tol menuju Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, lumpuh total menjelang kedatangan pemimpin organisasi masyarakat (ormas) Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Selasa (10/11/2020) pagi.

Wakasat Lantas Polres Bandara Soekarno-Hatta AKP Tugiyo mengatakan, banyak kendaraan simpatisan Rizieq yang diparkir di jalan tol. "Lalin Soekarno-Hatta yang masuk tol maupun yang keluar tol tersumbat kendaraan penjemput Habib Rizieq," tutur Tugiyo dalam keterangan suara, Selasa.

"Kendaraan penjemputan Habib pada parkir di tol sehingga menumpuk," tambah dia.

Tidak hanya jalur tol, Tugiyo mengatakan, kondisi sama juga terjadi di akses melalui Jalan Perimeter Utara dan Perimeter Selatan. "Artinya pergerakannya sudah berat lah sudah susah," tutur Tugiyo.

Baca Juga: Kemacetan Tol akses Bandara Soekarno-Hatta capai 7 km jelang kedatangan Rizieq Shihab

Sementara itu, pantauan Kompas.com, massa penjemput pemimpin FPI Rizieq Sihab melakukan aksi konvoi dari pintu tol bandara Prof. Soedijatmo menuju Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa pagi.

Akibatnya kemacetan panjang terjadi di jalan Tol Bandara Prof Soedijatmo mengarah Bandara Soekarno-Hatta. Ribuan simpatisan Rizieq Shihab berkerumun di pintu keluar Tol Bandara.

Sejumlah kendaraan yang digunakan massa penjemput terpakir di bahu jalan. Massa bergerak menuju area parkir dan masjid Salahuddin Al Ayyubi, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta dengan dikawal petugas kepolisian.

Akibatnya, akses menuju kawasan Bandara terganggu. Sejumlah kendaraan dari arah ataupun menuju tol Bandara tidak dapat melintas karena terhalang massa.

Sampai saat ini, massa penjemput Rizieq dengan bernuansa pakaian serba putih masih berdatangan ke kawasan Terminal 3. Akses keluar masuk kawasan Bandara Soekarno-Hatta masih terganggu.

Editor: Yudho Winarto


Terbaru