KONTAN.CO.ID - Prakiraan cuaca di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Sabtu, 24 Januari 2026, menunjukkan kondisi langit yang didominasi oleh awan tebal di beberapa wilayah sentral.
Kondisi cuaca yang stabil tanpa potensi hujan lebat ini menjadi kabar positif bagi para pelaku industri pariwisata dan penyelenggara acara di kawasan Lombok.
Kondisi atmosfer yang tenang di wilayah ini mendukung kelancaran distribusi logistik melalui jalur udara maupun darat. Selain itu, wisatawan yang berkunjung ke NTB khususnya di daerah Mandalika bisa menikmati liburan dengan lebih tenang.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Papua: Waspada Hujan Ringan di Jayapura dan Sekitarnya
Kondisi Cuaca di Kota Mataram
Kota Mataram sebagai pusat pemerintahan dan bisnis di NTB diperkirakan akan berada dalam kondisi berawan sepanjang hari.
Udara yang tidak terlalu panas memberikan kenyamanan bagi aktivitas perkantoran dan perdagangan di pusat kota.
Berikut adalah rincian prakiraan cuaca untuk Kota Mataram menurut data resmi BMKG:
- Kondisi Cuaca: Berawan
- Rentang Suhu: 26-28 derajat Celcius
- Tingkat Kelembapan: 66-82%
Suhu udara yang relatif stabil di angka 28 derajat Celcius menjaga tingkat konsumsi energi untuk pendingin ruangan tetap efisien. Kelembapan udara yang moderat juga mendukung aktivitas luar ruangan tanpa risiko kelelahan akibat panas yang berlebihan.
Prakiraan Wilayah Lombok Tengah
Lombok Tengah yang menjadi lokasi bagi infrastruktur strategis nasional seperti Bandara Internasional Lombok dan kawasan ekonomi khusus, diprediksi juga akan mengalami kondisi serupa.
Langit berawan akan menaungi wilayah ini, yang sangat menguntungkan bagi pemeliharaan fasilitas publik dan konstruksi.
Dikutip dari laporan BMKG, berikut adalah detail cuaca untuk wilayah Lombok Tengah:
- Kondisi Cuaca: Berawan
- Rentang Suhu: 26-29 derajat Celcius
- Tingkat Kelembapan: 61-78%
Tingkat kelembapan yang sedikit lebih rendah dibandingkan Kota Mataram membuat wilayah ini terasa lebih kering namun tetap nyaman.
Tonton: Menjelajah Jantung Kota Moskow di Akhir Tahun
Suhu maksimal 29 derajat Celcius menunjukkan bahwa radiasi matahari terhalang oleh lapisan awan, sehingga risiko paparan panas ekstrem terminimalisir.
Dilansir dari laman resmi BMKG, prakiraan ini didasarkan pada pemantauan pergerakan angin dan massa udara di wilayah kepulauan Nusa Tenggara. Masyarakat diimbau untuk tidak lengah dan tetap memantau informasi terkini jika terjadi perubahan arah angin yang mendadak.
Secara keseluruhan, kondisi cuaca di Nusa Tenggara Barat pada akhir pekan ini sangat mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan langit yang bersahabat, wisatawan bisa menikmati liburan di kawasan Mandalika dan sekitarnya.
Selanjutnya: Anak Warren Buffet Tak Tahu Ayahnya Miliarder, Ini Kisah Uniknya
Menarik Dibaca: Katalog Promo JSM Superindo Diskon hingga 60% Periode 23-25 Januari 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News