Jabodetabek

Pramono Akui Target Pertumbuhan Ekonomi 8% Tidak Mudah Dicapai

Kamis, 16 April 2026 | 13:30 WIB
Pramono Akui Target Pertumbuhan Ekonomi 8% Tidak Mudah Dicapai

ILUSTRASI. Gubernur DKI Pramono Anung paparkan kondisi terkini Jakarta ( ANTARA FOTO/RENO ESNIR)


Reporter: kompas.com  | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto bukan hal yang mudah dicapai dalam waktu dekat. 

Ia menegaskan, meski target tersebut menjadi arahan pemerintah pusat hingga 2027–2029, kondisi global saat ini membuat pencapaiannya akan penuh tantangan. 

Hal itu disampaikan Pramono saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Pemprov DKI Jakarta Tahun 2027 di Balai Kota, Kamis (16/4/2026). 

“Walaupun dalam kondisi sekarang ini tentunya tidak gampang, pasti akan struggling, akan berat sekali. Tapi apa pun, Pemerintah DKI Jakarta itu harus mengikuti apa yang menjadi arahan dari pemerintah pusat,” ucap Pramono. 

Baca Juga: Penting! Daftar Lengkap UKT UNP 2026 Per Jurusan & Jalur Masuk

Menurut Pramono, terdapat dua tekanan besar yang berpotensi memengaruhi ekonomi Jakarta maupun nasional.

Pertama, konflik geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang berdampak pada harga energi dan rantai pasok global. 

Situasi tersebut, kata dia, dapat memicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) serta gangguan supply chain yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi daerah. 

Selain itu, pemerintah juga menghadapi ancaman fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi mulai pertengahan April hingga September 2026. 

Kondisi ini berpotensi memengaruhi berbagai sektor, termasuk pangan dan inflasi. 

“Artinya bahwa dua tekanan ini cepat atau lambat pasti akan memengaruhi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” lanjut Pramono. 

Ia menegaskan, Jakarta memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 16,61 persen. 

“Untuk mengelola Jakarta tidak boleh salah. Jakarta tetap menjadi role model bagi daerah lain,” tegasnya. 

Pramono berharap melalui forum Musrenbang, stabilitas ekonomi Jakarta tetap terjaga di tengah tekanan global. 

Dalam paparannya, ia menyebut sejumlah indikator makro Jakarta masih menunjukkan tren positif.

Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Jakarta mencapai 5,21 persen atau di atas rata-rata nasional.

Inflasi juga terkendali di kisaran 2 persen, sementara realisasi investasi mencapai sekitar Rp270 triliun. 

“Yang saya juga gembira adalah tingkat penganggurannya juga menurun, tingkat kemiskinannya juga menurun,” katanya. 

Meski demikian, Pramono mengakui masih ada pekerjaan rumah besar, yakni tingginya ketimpangan ekonomi yang tercermin dari angka Gini Ratio sekitar 0,41. 

Untuk mengatasi ketimpangan tersebut, Pemprov DKI Jakarta mempertahankan program bantuan sosial seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).

Ia menilai sektor pendidikan menjadi kunci dalam memutus rantai ketidakberuntungan masyarakat.

“Program seperti KJP, KJMU, termasuk pemutihan ijazah, tidak boleh diganggu. Pendidikan adalah kunci untuk mengurangi ketimpangan,” tegasnya. 

Ke depan, Pemprov DKI Jakarta akan memfokuskan pembangunan 2027 pada transformasi menuju kota global, penguatan sumber daya manusia, peningkatan infrastruktur, serta pengembangan ekonomi berdaya saing.

Pramono menilai Jakarta tidak cukup hanya menjadi pemain lokal, tetapi harus mampu bersaing di tingkat global. 

“Jakarta harus menjadi kota global yang terbuka, aman, dan nyaman bagi siapa pun,” ujarnya.

Baca Juga: Cuaca Sumut Hari Kamis (16/4): Ada Wilayah Cerah Berawan di Tengah Hujan

Sumber: https://megapolitan.kompas.com/read/2026/04/16/11033631/pramono-akui-target-pertumbuhan-ekonomi-8-persen-sulit-ada-dua-tekanan?page=2.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru