Fenomena Atmosfer Saat Idulfitri 2026
Selama periode Lebaran, sejumlah fenomena atmosfer diprediksi masih aktif, antara lain:
- Monsun Asia
- Madden-Julian Oscillation (MJO)
- Gelombang atmosfer
- Potensi bibit siklon atau siklon tropis di selatan Indonesia
Pada Maret 2026, pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) berpotensi meningkat di Sumatra Barat, Samudra Hindia, Kalimantan, Sulawesi, NTT, Maluku, Papua hingga Pasifik Utara.
Dampaknya dapat berupa:
- Hujan lebat dan badai guntur
- Turbulensi dan petir pada rute penerbangan
- Wind gust dan wind shear di area bandara
Tonton: Aksi Korporasi Emiten Keluarga Presiden: Investasi FTTH 2026: 2 Juta Rumah Bali
Waspada Banjir Rob 19–22 Maret 2026
BMKG mengingatkan potensi banjir rob akibat kombinasi:
- Fase Bulan Baru (19 Maret 2026)
- Fase Perigee (22 Maret 2026)
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.
Dukungan Cuaca untuk Mudik Lebaran 2026
Untuk mendukung Angkutan Lebaran 2026, BMKG menyediakan berbagai platform informasi cuaca sektor transportasi, antara lain:
- Digital Weather for Traffic (DWT)
- Ina-SIAM (System of Interactive Aviation Meteorology)
- InaWIS (Indonesia Weather Information for Shipping)
- Website dan aplikasi InfoBMKG
- Dynamic Message Sign (DMS) di jalan tol
- SMS Blast dan display cuaca outdoor
Posko BMKG terintegrasi dengan Posko Kementerian Perhubungan di tingkat pusat. Di daerah, terdapat 38 UPT BMKG di setiap provinsi serta posko gabungan di 13 pelabuhan dan 96 bandara.
Selain itu, BMKG juga melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) secara situasional guna mendukung mitigasi bencana hidrometeorologi.
Selanjutnya: Cek Daftar Shio yang Beruntung dan Kurang Beruntung Sepanjang 2026 Menurut Pakar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News