kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Ratusan petani Pamekasan bakar tembakau yang baru di panen, ada apa?


Rabu, 28 Agustus 2019 / 14:26 WIB
Ratusan petani Pamekasan bakar tembakau yang baru di panen, ada apa?
ILUSTRASI. PANEN TEMBAKAU TEMANGGUNG

Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - PAMEKASAN. Ratusan petani tembakau di Kabupaten Pamekasan bersama dengan Forum Masyarakat dan Mahasiswa Revolusi (Formasi) menggelar unjuk rasa di depan kantor Bupati Pamekasan, Rabu (28/8).

Dalam aksi tersebut, petani membakar tembakau rajangan mereka yang baru selesai dipanen. Abdul Aziz, salah satu petani mengatakan, harga tembakau saat ini tidak sesuai dengan ketetapan dari Pemkab Pamekasan dan harapan dari petani tembakau.

Baca Juga: Tarif cukai hasil tembakau bakal naik tahun depan, begini respon Gudang Garam (GGRM)

Pemkab Pamekasan menetapkan harga tembakau per kilogram Rp 40.000 untuk tembakau daerah pegunungan, Rp 32.000 untuk tembakau daerah sawah dan Rp 31.000 untuk tembakau daerah Tegal.

"Ketetapan harga tembakau dari pemerintah itu merugikan petani. Sekarang harga di petani anjlok, per kilo Rp 29.000 untuk semua jenis tembakau. Maka, dibakar saja biar tahu kalau tembakau tidak ada harganya," terang Abdul Aziz. Iklal, koordinator unjuk rasa dalam orasinya menuturkan, posisi petani tembakau saat ini dipermainkan oleh pemerintah dan pengusaha tembakau.

Baca Juga: Philip Morris International: Banyak informasi salah tentang produk bebas asap

Pemerintah sama sekali tidak tegas dalam menindak perusahaan yang membeli tembakau murah. Pemerintah juga menetapkan harga tembakau tidak sesuai dengan jumlah biaya yang dikeluarkan oleh petani. "Pengusaha sewenang-wenang membeli tembakau petani. Hal ini dibiarkan oleh pemerintah," ungkap Iklal.

Oleh sebab itu, petani meminta agar Pemkab Pamekasan tidak mengeluarkan izin pembelian kepada pengusaha yang sewenang-wenang dalam menentukan harga tembakau petani.




TERBARU

×