Saat para menteri Jokowi harus berjalan kaki menuju lokasi ibu kota baru

Selasa, 17 Desember 2019 | 19:53 WIB   Reporter: Abdul Basith
Saat para menteri Jokowi harus berjalan kaki menuju lokasi ibu kota baru

Akses jalan yang terbatas, para menteri berjalan kakai di lokasi ibu kota baru Penajam Paser Utara, Selasa (17/12)


KONTAN.CO.ID - PENAJAM PASER UTARA. Akses jalan menuju lokasi ibu kota baru di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur masih belum baik.

Jalan di daerah perbukitan tersebut masih belum dilapisi oleh aspal. Akses di kawasan konsensi PT ITCI yang dilintasi oleh kendaraan tersebut masih hanya dilapisi aspal.

Kondisi jalan semakin memburuk ketika hujan turun. Jalan tanah tersebut menjadi licin dan rawan bagi mobil untuk mengalami slip terutama bagi kendaraan yang tidak didesain khusus untuk jalanan tanah.

Salah satunya adalah mobil Toyota Hiace yang ditumpangi rombongan Menteri Kabinet Indonesia Maju. Ketika menanjak, mobil tersebut menapaki jalur yang salah.

Baca Juga: Pindahkan ibu kota, Jokowi mengetuk pintu permisi ke tokoh msyarakat Kaltim

Alhasil mobil yang ditumpangi menteri itu mengalami slip dan terhenti. Menteri yang ada di dalam pun memutuskan segera keluar kendaraan dan melanjutkan perjalanan berjalan kaki hingga akhirnya dipindah dengan mobil lainnya.

Menteri yang turun antara lain ada Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir.

Akses jalan buruk juga tidak hanya diperlihatkan di kawasan ibu kota baru. Akses Jl. Raya Provinsi Samboja juga masih dalam kondisi yang tidak baik.

Meski sudah diaspal atau di beton pada sebagian jalan, masih terdapat lubang-lubang besar yang menghambat perjalanan. Jalan tersebut pun hanya mampu dilewati oleh dua mobil.

Baca Juga: Jokowi minta tol Balikpapan-Samarinda disambungkan dengan ibu kota baru

Perjalanan menuju ibu kota baru tersebut memakan waktu yang cukup panjang. Kurang lebih perjalanan tersebut ditempuh selama sekitar 2 jam dari pintu tol Samboja.

Oleh karena itu Presiden Joko Widodo meminta pembuatan akses jalan menuju ibu kota. Nantinya dari tol Balikpapan - Samarinda (Balsam) akan disambungkan menuju kawasan inti ibu kota.

"Saya minta tahun 2020 jalan menuju kawasan ibu kota baru sudah disiapkan dan benar tersambung antara jalan tol Balsam," ujar Jokowi saat peresmian jalan tol Balsam, Selasa (17/12).

Baca Juga: Presiden Jokowi resmikan jalan tol yang menjadi akses menuju ibu kota baru

Akses menuju ibu kota baru memang nantinya akan dikembangkan. Terutama dalam menghubungkan ibu kota baru dengan akses Bandara Pranoto di Samarinda dan Bandara Sepinggan di Balikpapan.

Pemilihan lokasi di Penajam Paser Utara pun salah satunya karena telah memiliki bandara yang bisa digunakan. Sehingga pemerintah tidak perlu membangun bandara baru.

Asal tahu saja kawasan ibu kota baru nantinya akan dibuat transportasi terintegrasi. Jokowi pun bilang akan membuat moda transportasi yang minim emisi dan ramah lingkungan.

Baca Juga: Temui tokoh Kaltim di restoran tengah ruko, Jokowi bahas pemindahan ibu kota

"Ini kontur yang sangat bagus, bukan menyulitkan. Kalau arsitek atau urban planner diberi sebuah kawasan naik turun bukit pasti akan senang," jelas Jokowi usai meninjau.

Jokowi juga menegaskan bahwa lahan ibu kota baru seluas 56.000 hektare (ha) merupakan kawasan hutan industri bukan hutan alam atau hutan lindung. Sementara luas total 256.000 ha akan digunakan untuk cadangan kawasan konservasi.

Oleh karena itu pertama kali nanti akan dibangun kebun bibit. Kebun bibit tersebut seluas sekitar 100 ha untuk mendukung konservasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto

Terbaru