Jawa Timur

Sebanyak 50% wilayah Jawa Timur kini sudah zona kuning

Selasa, 20 Oktober 2020 | 21:28 WIB   Reporter: Barly Haliem
Sebanyak 50% wilayah Jawa Timur kini sudah zona kuning

ILUSTRASI. Sejumlah warga membawa poster saat peluncuran Jatim Bermasker di Balai Desa Pepelegi, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur. ANTARA FOTO


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebanyak 19 kabupaten dan kota atau 50% dari total kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur (Jatim) dinyatakan berstatus zona kuning. Status tersebut ditetapkan Satuan Gugus Tugas Covid-19 Nasional pada sore  hari ini Selasa , 20 Oktober  berdasarkan hitungan epidemiologis dengan 15 indikator meliputi kenaikan kasus, jumlah tes, tingkat kesembuhan, jumlah kematian maupun kapasitas rumah sakit. 
 
“Artinya, saat ini  50% lagi wilayah Jatim yang berstatus zona oranye per hari ini. Sebelumnya, dua pekan lalu Jatim berhasil keluar dari status zona merah penyebaran Covid-19. Alhamdulillah, ini kabar yang sangat menggembirakan dan patut disyukuri,” ungkap Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Selasa (20/10). 

Khofifah mengatakan keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras dan kerjasama yang baik antara seluruh masyarakat Jatim dengan Pemprov dan Forkopimda  Jatim,  Pemerintah Kota dan Kabupaten dan Forkopimda Kabupaten dan  Kota  seluruh jajaran  TNI, Polri dan tenaga kesehatan, media, kampus dan semua elemen  yang telah berjuang menangani pandemi Covid-19. 

"Tidak hanya zona kuning, tingkat positivity rate di Jatim juga menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Minggu ini, positivity rate di Jawa Timur tercatat  7% dimana standar WHO adalah 5%. Artinya jumlah testing yang dilakukan semakin naik dan hanya 7% dari yang dites merupakan kasus positif. Harapan kita ke depan terus membaik lagi,”terangnya. 

Baca Juga: Hore, Jawa Timur sudah terbebas dari zona merah corona

Khofifah menyebut, sejak dimulai operasi yustisi tanggal 14 September 2020 tercatat 2.040.742 teguran. Teguran lisan sebanyak 1.613.218 kali. Sementara teguran tertulis sebanyak 427.461 kali.

Sedangkan  selama dua pekan terakhir intervensi dari Pemprov Jatim bersama Forkopimda cukup masif, khususnya dalam operasi yustisi maupun testing sampel PCR. Sedikitnya,ada  65.147 titik operasi yang digencarkan selama dua pekan dengan jumlah pelanggar yang terkena sanksi teguran sebanyak 696.570 orang, Hukuman sosial baru sebanyak 99.711 orang dan denda kepada 11.313 orang. 

Angka tersebut melonjak dua kali lipat dari jumlah operasi yustisi di minggu sebelumnya. Untuk jumlah tes PCR yang dilakukan dalam dua minggu ini mencapai 53.425 test yang dilakukan oleh 66 Lab dan RS yang ada di Jawa Timur. 
 Namun, kata Khofifah,  zona kuning bukan berarti menggambarkan bahwa pandemi Covid-19 ini selesai. Ini hanya bukti bahwa upaya masyarakat bersama dengan pemerintah, TNI,  Polri,  maupun tenaga kesehatan di Jawa Timur telah menunjukkan progress yang nyata. Khofifah terus mengingatkan masyarakat untuk terus patuh kepada protokol kesehatan di saat pemerintah terus meningkatkan kapasitas 3T yaitu testing, tracing dan treatment. 

Stasus zona penyebaran virus corona di Jawa Timur

Zona Orange (19 kabupaten/kota):
Blitar, Kota Pasuruan, Kota Surabaya, Lumajang, Jember, Probolinggo, Kota Mojokerto, Bondowoso, Jombang, Kota Kediri, Sumenep, Banyuwangi, Ngawi, Gresik, Kota Malang, Kota Batu, Kota Probolinggo, Sidoarjo, Mojokerto

Zona Kuning (19 kabupaten/kota) : 
Pacitan, Kota Blitar, Tuban, Situbondo, Kediri, Ponorogo, Madiun, Pasuruan, Magetan, Bangkalan, Malang, Kota Madiun, Lamongan, Sampang, Pamekasan, Trenggalek, Tulungagung, Nganjuk, Bojonegoro

Selanjutnya: Jawa Timur kini jadi lumbung padi terbesar Indonesia tahun ini

 

Editor: Markus Sumartomjon


Terbaru