Peristiwa

Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo NTT, Dua Orang Meninggal di Sikka

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:16 WIB
Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo NTT, Dua Orang Meninggal di Sikka

ILUSTRASI. Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) pagi. (DOK/Shutterstock)


Reporter: Handoyo  | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) pagi.

Guncangan kuat dirasakan hingga sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Selatan, sementara laporan awal mencatat dua orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka-luka di Kabupaten Sikka.

Berdasarkan pemutakhiran informasi, gempa terjadi pada pukul 04.58.24 WIB dengan pusat gempa berada di laut pada kedalaman 15 kilometer. Lokasi pusat gempa berada sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusdalops bersama seluruh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah yang merasakan dampak gempa terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait untuk mengetahui kondisi masyarakat serta dampak yang ditimbulkan.

Berdasarkan laporan pendahuluan Kodim Sikka, gempa berdampak di kawasan Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka. Peristiwa tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka-luka.

Baca Juga: Gempa M 7,0 Guncang NTT, Warga Manggarai Timur Mengungsi ke Perbukitan

Dua korban meninggal dunia terdiri dari satu laki-laki dan satu perempuan. BNPB menyebutkan data korban masih dalam proses verifikasi dan pendataan lebih lanjut oleh petugas di lapangan.

Tim gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI dan Polri masih melakukan proses evakuasi di lokasi kejadian. BNPB bersama BPBD Kabupaten Sikka juga terus berkoordinasi untuk menangani korban dan memastikan kondisi masyarakat di sekitar wilayah terdampak.

Warga Nagekeo Berhamburan Keluar Rumah

Di Kabupaten Nagekeo, guncangan gempa dirasakan sangat kuat selama kurang lebih satu menit. Sebagian besar masyarakat langsung keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri.

BPBD Kabupaten Nagekeo kemudian berkoordinasi dengan instansi terkait setelah adanya peringatan dini tsunami. Evakuasi dilakukan terhadap masyarakat yang berada di wilayah pesisir sebagai langkah antisipasi.

Situasi serupa terjadi di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Manggarai Barat. Warga di kedua wilayah tersebut merasakan guncangan sangat kuat selama kurang lebih satu menit dan sebagian besar keluar dari rumah.

BPBD Kabupaten Sikka dan Manggarai Barat melakukan koordinasi dengan unsur terkait serta mengarahkan masyarakat di kawasan pesisir untuk melakukan evakuasi.

Baca Juga: Gempa M 7,7 Guncang Flores NTT, BMKG: Berpotensi Tsunami

Guncangan gempa juga dirasakan di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat. Selain itu, sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan, seperti Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Kepulauan Selayar dan Kabupaten Maros, turut merasakan gempa.

Sebagian warga di wilayah tersebut dilaporkan berhamburan keluar rumah setelah merasakan guncangan.

Gempa Susulan M 6,2 hingga M 5,5

Setelah gempa utama, sejumlah gempa susulan tercatat terjadi di wilayah tersebut. Gempa susulan berkekuatan Magnitudo 6,2 terjadi pada pukul 05.13.53 WIB.

Gempa susulan berikutnya dengan kekuatan Magnitudo 6,2 terjadi pada pukul 05.28.40 WIB. Selanjutnya, gempa Magnitudo 5,6 tercatat pada pukul 05.37.19 WIB.

Sejumlah aktivitas gempa susulan lainnya juga tercatat, termasuk gempa berkekuatan Magnitudo 5,5. Berdasarkan informasi sementara, aktivitas gempa susulan tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

BNPB masih melakukan pemutakhiran data mengenai dampak gempa di seluruh wilayah terdampak. Pendataan mencakup jumlah korban meninggal dunia, korban luka-luka, kerusakan bangunan, hingga dampak lainnya.

Baca Juga: Gempa Beruntun Guncang NTT Sabtu (15/8) Pagi

Informasi mengenai jumlah korban dan kerusakan bangunan masih dapat berubah karena proses verifikasi oleh petugas di lapangan masih berlangsung.

BNPB Imbau Warga Tetap Waspada

BNPB mengimbau masyarakat, terutama yang berada di kawasan pesisir, agar tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah serta informasi peringatan dini yang disampaikan BMKG.

Masyarakat juga diminta menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat gempa karena kondisi tersebut berpotensi membahayakan keselamatan.

BNPB mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Perkembangan informasi mengenai gempa dan potensi tsunami dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG, BNPB, BPBD, pemerintah daerah, serta TNI-Polri.

BNPB bersama BPBD, Basarnas, TNI, Polri dan unsur terkait masih melakukan pemantauan kondisi wilayah terdampak, evakuasi dan penanganan korban, serta memastikan keselamatan masyarakat.

Data dan informasi terkait dampak gempa bumi tersebut masih bersifat sementara dan dapat berkembang berdasarkan hasil pendataan serta verifikasi di lapangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru