Jawa Tengah

Senin (5/7) pagi, Gunung Merapi keluarkan awan panas guguran sejauh 1.500 M

Senin, 05 Juli 2021 | 11:34 WIB Sumber: Kompas.com
Senin (5/7) pagi, Gunung Merapi keluarkan awan panas guguran sejauh 1.500 M

ILUSTRASI. Rentetan guguran lava dan luncuran awan panas Merapi

KONTAN.CO.ID - YOGYAKARTA. Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran pada Senin (5/7/2021). Jarak luncur awan panas guguran 1.500 meter ke arah barat daya.

"Awan panas guguran di Gunung Merapi pukul 08.48 WIB," ujar Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida dalam laporan tertulis, Senin.

Berdasarkan data BPPTKG, awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo 52 mm. Sedangkan durasi awan panas tercatat 124 detik.

Sementara itu, dalam laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan 5 Juli 2021 pukul 00.00 WIB-06.00 WIB, teramati 20 kali guguran lava pijar sejauh 1.700 meter ke barat daya.

"Termati  9 kali guguran lava pijar jarak luncur maksimal 1.500 m ke tenggara," ungkapnya.

Baca Juga: Cuaca hari ini di Jawa dan Bali: Semarang berawan, Yogyakarta cerah berawan

Data kegempaan di Gunung Merapi, guguran sebanyak 82 dengan amplitudo 3-19 mm dan durasi 11-127 detik. Hembusan sebanyak 9 dengan amplitudo 3-6 mm dan durasi 5 sampai 19 detik.

Hybrid/Fase Banyak jumlah 17 dengan amplitudo 3 mm-26 mm, S-P 0.3 detik-0.5 detik dan durasi 3 detik-9 detik.

Vulkanik Dangkal sebanyak 2 dengan amplitudo 45 mm-75 mm dan durasi 11 detik-13 detik. "Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat Siaga," tegasnya.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor Tenggara–Barat Daya sejauh maksimal 3 km ke arah Sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. (Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran Sejauh 1.500 M ke Barat Daya"

Editor: Yudho Winarto
Terbaru