Siloam Bali Perkuat Bisnis Layanan Jantung Lewat Sistem Respons Nyeri Dada Cepat

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:45 WIB
Diperbarui Jumat, 13 Maret 2026 | 22:50 WIB
Siloam Bali Perkuat Bisnis Layanan Jantung Lewat Sistem Respons Nyeri Dada Cepat

Siloam Bali meluncurkan program Chest Pain Ready Hospital (Istimewa/dok)


Reporter: Noverius Laoli  | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Siloam Hospitals Bali memperkuat layanan kardiologi sebagai salah satu lini bisnis strategis dengan meluncurkan program Chest Pain Ready Hospital, sistem respons terpadu untuk menangani pasien dengan keluhan nyeri dada secara cepat dan terukur.

Peluncuran program yang digelar di Icon Mall Bali pada akhir Februari lalu itu menjadi bagian dari strategi Siloam untuk meningkatkan kualitas layanan jantung sekaligus menjawab tingginya kasus penyakit kardiovaskular di Indonesia.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan prevalensi penyakit jantung dan pembuluh darah mencapai sekitar 1,5% dari total populasi dan terus meningkat. 

Di Bali sendiri, tren penyakit jantung koroner juga menunjukkan kenaikan, termasuk pada kelompok usia produktif. Kondisi ini membuat layanan kardiologi menjadi salah satu sektor kesehatan dengan kebutuhan yang terus berkembang.

Baca Juga: Siloam Surabaya Terapkan Robotic Total Knee Replacement, Pertama di Jatim

Hospital Director Siloam Hospitals Bali, dr. Ni Gusti Ayu Putri Mayuni, mengatakan kecepatan penanganan menjadi faktor kunci dalam menyelamatkan pasien serangan jantung.

“Dalam kardiologi ada prinsip time is muscle. Semakin cepat ditangani, semakin banyak otot jantung yang bisa diselamatkan,” ujarnya seperti dikutip dari siaran pers, Jumat (13/3/2026).

Melalui sistem Chest Pain Ready Hospital, rumah sakit memastikan pasien yang datang dengan keluhan nyeri dada langsung menjalani skrining dan pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) dalam hitungan menit, sehingga tim dokter jantung dapat segera mengambil keputusan medis.

Siloam menargetkan standar internasional door-to-balloon time, yaitu waktu maksimal 90 menit sejak pasien tiba di rumah sakit hingga tindakan membuka sumbatan pembuluh darah dilakukan.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. I Made Junior Rina Artha, menegaskan standar tersebut terbukti meningkatkan peluang keselamatan pasien. “Target kami adalah door-to-balloon time maksimal 90 menit sejak pasien tiba di rumah sakit,” katanya.

Baca Juga: Siloam Surabaya Terapkan Robotic Total Knee Replacement, Pertama di Jatim

Selain mempercepat respons di instalasi gawat darurat, Siloam Bali juga memperkuat ekosistem layanan jantung dari diagnosis hingga tindakan lanjutan.

Rumah sakit ini kini menyediakan berbagai prosedur kardiovaskular, mulai dari operasi bypass jantung dengan teknik minimal invasif hingga penanganan gangguan irama jantung seperti ablasi jantung.

Dokter spesialis bedah toraks kardiovaskular, dr. Dudy Arman Hanafy, mengatakan teknik bypass minimal invasif membuat sayatan lebih kecil sehingga pemulihan pasien lebih cepat.

“Kami mengembangkan teknik operasi bypass dengan sayatan minimal agar nyeri lebih sedikit dan masa pemulihan lebih cepat,” ujarnya.

Sementara itu, dokter spesialis jantung dr. I Made Putra Swi Antara menambahkan prosedur ablasi menjadi solusi jangka panjang bagi pasien aritmia untuk mencegah komplikasi seperti stroke atau gagal jantung.

Baca Juga: Siloam Surabaya Terapkan Robotic Total Knee Replacement, Pertama di Jatim

Penguatan layanan jantung ini juga menjadi bagian dari strategi Siloam Hospitals Group dalam membangun centre of excellence kardiologi di berbagai wilayah Indonesia.

Manajemen menilai pengembangan sistem layanan terpadu, termasuk kolaborasi dengan klinik mitra dalam jaringan rujukan, menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperluas akses pasien terhadap penanganan jantung yang cepat dan tepat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Video Terkait


Terbaru