Sudah Terjadi 239 Gempa Susulan di Cianjur Hingga Jumat, Sampai Kapan? Ini Kata BMKG

Sabtu, 26 November 2022 | 07:05 WIB Sumber: Kompas.com
Sudah Terjadi 239 Gempa Susulan di Cianjur Hingga Jumat, Sampai Kapan? Ini Kata BMKG

ILUSTRASI. Hingga Jumat (25/11/2022), gempa susulan yang mengguncang wilayah Cianjur, Jawa Barat, masih saja terjadi. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hingga Jumat (25/11/2022), gempa susulan yang mengguncang wilayah Cianjur, Jawa Barat, masih saja terjadi. 

Data yang dihimpun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), total gempa susulan yang melanda Cianjur sampai dengan Jumat (25/11/2022) pukul 12.00 WIB sebanyak 239 gempa. 

Perincian kekuatan gempa susulan juga dijelaskan oleh Ketua Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono. 

"Gempa susulan sampai dengan 25 November 2022 pukul 12.00 WIB terjadi 239 gempa, dengan magnitudo terbesar M 4,2 dan magnitudo terkecil M 1,2," ujar Daryono, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (25/11/2022). 

Sebagai informasi, gempa bumi yang berpusat di Cianjur terjadi pada Senin (21/11/2022). 

Lalu, sampai gempa susulan Cianjur akan terjadi? 

Baca Juga: Gempa Cianjur Terkini: Jumlah Korban Meninggal Mencapai 310 Orang

Penjelasan BMKG 

Terkait banyaknya gempa susulan yang melanda wilayah Cianjur, Daryono mengatakan, umumnya gempa susulan ini memang muncul dalam waktu sepekan. 

"Biasanya lama pergeseran lempeng terjadi semingguan," ujar Daryono. 

Lantaran gempa Cianjur belum genap sepekan lamanya, Daryono masih mengingatkan dan mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada akan dampak gempa susulan. 

"Masih perlu waspada untuk rumah yang sudah retak, rusak sebagian, lereng yang tidak stabil," lanjut dia. 

Sebab, lereng yang tidak stabil berpotensi tinggi terjadinya longsor atau runtuh batu ketika hujan. Sebelumnya, Daryono menyebut, penyebab terjadinya gempa di Cianjur diduga karena adanya pergeseran sesar Cimandiri. 

Berdasarkan, hasil analisis mekanisme sumber juga menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser atau strike-slip. 

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal yang diduga akibat aktivitas sesar Cimandiri," katanya dalam keterangan resmi, Senin (21/11/2022). 

Baca Juga: Jelang Puncak Musim Penghujan, BMKG: Waspada Bencana Alam Ikutan!

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru