kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Tanggap darurat bencana Bogor diperpanjang hingga 29 Januari


Rabu, 15 Januari 2020 / 23:40 WIB
Tanggap darurat bencana Bogor diperpanjang hingga 29 Januari
ILUSTRASI. Sejumlah warga melihat dampak dari banjir bandang di Kampung Parung Sapi, Desa Kalong Sawah, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/1/2020). Pemkab Bogor menetapkan status tanggap darurat banjir dan tanah longsor diperpanjang maksimal 14

Sumber: Kompas.com | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - BOGOR. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor diperpanjang dengan masa waktu maksimal 14 hari kerja terhitung mulai hari ini, Rabu (15/1). Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Burhanudin mengatakan perintah perpanjangan masa tanggap darurat bencana atas perintah Bupati Bogor Ade Yasin.

Burhanuddin mengatakan, seluruh stakeholder baik dari pemerintah pusat, provinsi maupun daerah menyepakati diperpanjangnya tanggap darurat tersebut. Dia menyebut, perpanjangan ini akan disarankan kepada IC (Incident Commander) Dandim 0621 Letkol Inf Harry Eko Sutrisno.

"Iya (perpanjang) masa waktu maksimal 14 hari kerja terhitung dari mulai hari ini dengan alasan karena masih ada beberapa (kampung) yang belum terakses," kata Burhan usai rapat di Kantor Kecamatan Cigudeg.

Baca Juga: Tim LDP Kemensos telah jangkau 15 titik banjir Jakarta, Jawa Barat, dan Banten

Dia menjelaskan, sejumlah kampung yang belum terakses yakni di Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Untuk di Desa Cileuksa, terdapat titik longsor  yang menutup badan jalan, jembatan rusak serta tanah ambruk.

Dia mengatakan, jalur menuju kampung tersebut hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua sehingga distribusi bantuan sampai saat ini belum terpenuhi semua. Tak hanya di Sukajaya, sebut dia, ada pula sejumlah kecamatan seperti di Bojongkulur, Gunung Putri yang harus membersihkan lumpur secara terus menerus karena banjir yang menerjang wilayah Bogor Timur tersebut.

"Sudah, tapi hanya untuk roda dua yang bisa (masuk) ke Desa Cileuksa dan Desa Cisarua yang sempat terisolir itu. Tapi untuk kendaraan roda empat hanya mobil jenis offroad atau kendaraan roda empat jenis 4WD (four wheel drive)," ungkap dia.

Baca Juga: BMKG rilis sejumlah daerah yang waspada banjir, ini daftarnya

Secara keseluruhan ada 11 desa di empat kecamatan yang sempat terkendala distribusi logistik karena terisolir. Empat kecamatan itu yakni, Sukajaya, Nanggung, Cigudeg dan Jasinga.

Sejauh ini, terdapat 17 alat berat yang dikerahkan ke beberapa desa untuk mempercepat pemulihan daerah yang terkena longsor. "Cileuksa dan Cisarua yang baru dibuka itu logistik yang sampai ke kantor desanya saja, tapi untuk distribusi ke kampung-kampungnya masih terkendala karena banyak titik longsoran," kata dia.

Baca Juga: Anggaran miliaran rupiah penanganan bencana banjir Jabodetabek Banten digelontorkan

Burhanudin menyebutkan, selama masa perpanjangan waktu tanggap darurat ini, semua instansi terkait akan fokus pada pembukaan atau normalisasi akses jalan maupun infrastruktur lainnya. Selain itu, kata dia, akan dilakukan pendataan terhadap 4.000 rumah yang rusak akibat bencana tersebut.

Hal itu dilakukan untuk mengetahui kategori rumah ringan, sedang dan berat yang akan membutuhkan waktu sepekan di empat kecamatan itu. "Terutama infrastruktur, pendataan korban dan rumah rusak serta sekolah-sekolah yang terdampak," pungkas dia. (Afdhalul Ikhsan)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Tanggap Darurat Bencana Bogor Diperpanjang Hingga 14 Hari ke Depan.
 




TERBARU

Close [X]
×