UMKM

Terdampak pandemi Covid-19, banyak pedagang Warteg gulung tikar

Rabu, 27 Januari 2021 | 14:15 WIB Sumber: Kompas.com
Terdampak pandemi Covid-19, banyak pedagang Warteg gulung tikar

ILUSTRASI. Terdampak pandemi Covid-19, banyak pedagang Warteg gulung tikar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Koordinator Komunitas Warung Tegal Nusantara (Kowantara), Mukroni mengatakan, banyak pengusaha warteg di Jabodetabek terancam gulung tikar pada tahun ini.

"2020 itu hampir 25% pengusaha warteg pulang kampung, nah 2021 ini kalau kondisi terus kayak begini ya bisa sampe 50%," kata Mukroni saat dihubungi Kompas.com, (27/1/2021).

Mukroni menilai, hal itu terjadi karena daya beli masyarakat yang menurun drastis. Sehingga para pengusaha warteg kehilangan pelanggan dan tentu saja pendapatan mereka anjlok.

"Karena daya beli masyarakat mengalami penurunan, mereka yang tadinya makan ayam sekarang telur. Kadang mereka menghemat. Menandakan perekonomian di bawah ini semakin susah, jadi pendapatan kami juga mengalami penurunan," tutur Mukroni.

Baca Juga: Kemenkop UKM akan lakukan pendataan pelaku usaha warteg

"Sebenarnya yang penting itu daya beli ya. Kalau masyarakat punya pekerjaan, ada pendapatan itu dengan sendirinya mereka akan punya daya beli," lanjutnya.

Pendapatan yang sedikit membuat para pengusaha warteg tak sanggup memenuhi kebutuhan mereka. Seperti untuk membayar sewa tempat dan juga menggaji karyawan.

Ditambah, beberapa kebijakan yang diterapkan pemerintah selama masa pandemi juga menjadi tantangan tersendiri bagi para pengusaha warteg.

Seperti yang dialami juga oleh Mukroni, ia mengaku tak lagi menjual makanan karena pelanggannya yang kebanyakan mahasiswa tidak lagi datang ke kampus.

Baca Juga: Inilah sejarah dan pemilik Burger King di Indonesia

"Saya juga terdampak karena saya kan wartegnya dekat kampus. Kampus libur, yang tadinya jual makan jadi jual minuman aja," ujar Mukroni.

Menurut Mukroni, banyaknya warteg yang tutup sudah terjadi sejak pandemi Covid-19 melanda Tanah Air pada Maret 2020 lalu. Sebagian besar mereka memilih pulang kampung dan beralih profesi sebagai petani hingga kuli panggul. (Ira Gita Natalia Sembiring)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Daya Beli Masyarakat Menurun, Banyak Pengusaha Warteg Terancam Gulung Tikar"

Selanjutnya: Ini alasan pemerintah kerek anggaran PEN tahun ini jadi Rp 553,09 triliun

 

Editor: Noverius Laoli
Terbaru