KONTAN.CO.ID - Memilih bibit kambing adalah langkah pertama dan terpenting bagi Anda yang sedang berpikir untuk memulai usaha budidaya kambing.
Bibit yang sehat dan memiliki kualitas baik dapat membantu mendukung pertumbuhan serta produktivitas kambing.
Sebaliknya, memilih kambing hanya karena ukurannya besar atau harganya murah bisa membuat Anda mendapatkan ternak yang kurang sesuai dengan tujuan pemeliharaan.
Merangkum berbagai sumber, berikut adalah cara memilih bibit kambing yang bagus sebelum mulai beternak.
Baca Juga: Kenali Ciri-Ciri Kambing Betina Sedang Birahi Sebelum Dikawinkan
1. Pastikan kambing dalam kondisi sehat
Hal pertama yang perlu diperhatikan tentu saja adalah kondisi kesehatan kambing.
Kambing yang akan dijadikan bibit sebaiknya terlihat aktif, memiliki nafsu makan baik, tidak menunjukkan tanda penyakit, dan tidak memiliki cacat fisik.
Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang, Kementan, menyebut kondisi sehat dan tidak cacat sebagai salah satu kriteria dalam memilih bibit kambing.
Anda juga bisa memperhatikan kondisi bulunya. Kambing yang sehat umumnya memiliki bulu yang bersih dan tidak terlihat kusam secara berlebihan.
Jangan hanya tertarik pada kambing yang terlihat besar. Periksa kondisi tubuhnya secara keseluruhan sebelum membeli.
Baca Juga: Kenapa Sapi Tidak Mau Makan? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
2. Perhatikan bentuk tubuh dan kakinya
Kambing calon bibit sebaiknya memiliki tubuh yang proporsional, badan relatif panjang, dada cukup lebar, serta kaki yang kuat dan tegap.
Kondisi kaki penting karena kambing akan menggunakannya untuk bergerak dan menopang tubuh selama masa pemeliharaan.
Anda perlu menghindari memilih kambing yang terlihat memiliki kelainan pada kaki atau kesulitan berjalan.
3. Sesuaikan bibit dengan tujuan beternak
Anda harus menentukan terlebih dahulu tujuan pemeliharaan. Apakah untuk menghasilkan daging, susu, atau dijadikan indukan.
BBPP Kupang Kementan, misalnya, mencatat kambing Etawah dan Saanen sebagai jenis yang dapat dikembangkan untuk menghasilkan susu.
Sementara itu, Boer dikenal sebagai salah satu kambing yang banyak dikembangkan untuk produksi daging.
Baca Juga: Jenis Pakan Bebek Petelur agar Rajin Bertelur, Jangan Hanya Mengandalkan Dedak
4. Perhatikan umur dan kondisi reproduksi
Bibit kambing yang dipilih sebaiknya sudah berumur di atas tiga bulan atau sudah lepas sapih. Informasi umur juga dapat membantu Anda memperkirakan tahap pertumbuhan kambing.
Jika kambing akan digunakan sebagai calon indukan atau pejantan, kondisi reproduksinya juga perlu diperiksa.
Pada calon pejantan, misalnya, kondisi testis perlu diperhatikan. BPTU-HPT Pelaihari Kementan menyebut calon pejantan yang baik memiliki dua testis dengan ukuran yang relatif sama dan kondisi normal.
Sementara untuk calon induk betina, kondisi tubuh dan organ reproduksinya perlu dipastikan dalam keadaan baik.
Jika tersedia, Anda juga bisa menanyakan asal-usul dan riwayat kesehatan kambing kepada penjual. Informasi tersebut dapat menjadi pertimbangan tambahan, terutama jika kambing akan digunakan sebagai indukan.
Baca Juga: 6 Penyebab Kambing Sulit Gemuk, Bukan Cuma karena Kurang Pakan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News