KONTAN.CO.ID - Kambing sulit gemuk meski sudah diberi pakan dengan jumlah banyak dan teratur jelas akan membuat Anda sebagai peternak khawatir.
Ada beberapa faktor yang bisa membuat pertumbuhan kambing tidak optimal, mulai dari kualitas pakan, gangguan parasit, hingga kondisi lingkungan dan kesehatan ternak.
Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui Digitani menjelaskan bahwa kambing yang tetap kurus meski sudah mendapatkan pakan dan nutrisi cukup dapat disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk infeksi cacing atau endoparasit.
Berikut adalah beberapa penyebab kambing sulit gemuk yang perlu Anda pahami.
Baca Juga: Panduan Ternak Domba Pedaging untuk Kurban, Bisa Dimulai dari Sekarang
1. Kualitas pakan kurang baik
Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Pelaihari, Kementerian Pertanian (Kementan), menjelaskan bahwa pemberian pakan kambing perlu memperhatikan jumlah sekaligus kandungan nutrisinya.
Pakan yang bervariasi juga dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi karena setiap jenis tanaman memiliki kandungan nutrisi yang berbeda.
Pakan kambing dapat terdiri dari hijauan, leguminosa sebagai sumber protein, dan konsentrat sebagai pakan penguat.
2. Jumlah pakan tidak sesuai kebutuhan
Menurut Digitani IPB, sebagai panduan sederhana, pakan kambing dapat diberikan sekitar 10% dari bobot badan yang terdiri dari hijauan dan konsentrat.
Namun, kebutuhan sebenarnya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan tujuan pemeliharaan.
Kambing yang sedang tumbuh, misalnya, memiliki kebutuhan berbeda dengan kambing dewasa. Karena itu, pemberian pakan sebaiknya tidak disamaratakan untuk seluruh ternak.
Baca Juga: 6 Jenis Rumput Pakan Kambing yang Bagus dan Mudah Ditemukan
3. Kambing terkena cacingan
Cacingan menjadi salah satu penyebab yang perlu diperhatikan ketika kambing tetap kurus meski terlihat banyak makan.
Panduan kesehatan kambing dari Kementan menyebut kambing yang mengalami cacingan dapat memiliki kondisi tubuh kurus dan bulu kusam
Parasit cacing juga dapat mengambil sari makanan, cairan tubuh, dan darah sehingga mengganggu kondisi ternak.
Infeksi cacing atau endoparasit sebagai salah satu kemungkinan ketika kambing tetap kurus meski pakan dan nutrisi yang diberikan sudah cukup.
4. Kambing mengalami gangguan kesehatan
Masalah kesehatan lain juga dapat menyebabkan pertumbuhan kambing terganggu. Kambing yang sedang sakit biasanya dapat menunjukkan perubahan kondisi tubuh atau perilaku.
Nafsu makan menurun, bulu terlihat kusam, lemas, atau perubahan pada kotoran bisa menjadi tanda yang perlu diperhatikan.
Karena penyebabnya bisa beragam, kambing yang terus mengalami penurunan kondisi sebaiknya diperiksa oleh dokter hewan atau petugas kesehatan hewan.
Baca Juga: Bolehkah Ampas Tahu Jadi Pakan Ternak? Kenali Manfaat dan Risikonya
5. Kondisi kandang kurang baik
Kandang yang kotor, lembap, atau tidak terawat dapat meningkatkan risiko penyakit dan membuat kondisi ternak tidak optimal.
Kementan mencatat bahwa penyakit seperti skabies pada kambing lebih sering ditemukan ketika kondisi lingkungan kandang kotor dan sanitasi tidak terjaga.
Anda perlu menjaga kandang tetap bersih dan kering. Tempat pakan dan minum juga sebaiknya dibersihkan secara rutin agar tidak menjadi sumber masalah kesehatan.
6. Jenis dan fase pertumbuhan kambing
Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang, Kementan, menjelaskan bahwa setiap jenis kambing memiliki kelebihan dan kekurangan.
Kambing Kacang, misalnya, mudah dijumpai di Indonesia, tetapi pertumbuhannya disebut tidak sebesar beberapa jenis kambing lainnya.
Jika melihat hasil penelitian tersebut, Anda perlu mempertimbangkan jenis kambing ketika menilai apakah pertumbuhannya tergolong lambat atau masih berada dalam kondisi normal.
Baca Juga: Ternak Bebek Petelur vs Bebek Pedaging, Mana yang Cocok untuk Pemula?
Cara Mengatasi Kambing yang Sulit Gemuk
Jika kambing sulit gemuk, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengevaluasi kondisi ternak secara menyeluruh.
Periksa kembali kualitas dan jumlah pakan yang diberikan. Pastikan kambing mendapatkan hijauan dan sumber nutrisi lain yang sesuai serta air minum yang cukup.
Selanjutnya, perhatikan kondisi tubuh dan perilaku kambing.
Jika kambing terlihat sangat kurus, bulunya kusam, lemas, mengalami diare, atau menunjukkan gejala lain, kemungkinan terdapat masalah kesehatan yang perlu diperiksa.
Kebersihan kandang juga tidak boleh diabaikan. Kandang yang bersih dan kering membantu mengurangi risiko penyakit serta menciptakan lingkungan pemeliharaan yang lebih baik.
Jika kambing tetap sulit bertambah bobot meskipun pakan dan pemeliharaan sudah diperbaiki, sebaiknya konsultasikan kondisinya dengan dokter hewan atau petugas kesehatan hewan.
Baca Juga: Apakah Ternak Bebek Harus Punya Kolam? Ini Penjelasannya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News