kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45694,66   -35,09   -4.81%
  • EMAS946.000 -1,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Tol Lampung - Palembang ditarget selesai 2018


Jumat, 29 Juli 2016 / 14:12 WIB
Tol Lampung - Palembang ditarget selesai 2018

Reporter: Elisabeth Adventa | Editor: Sanny Cicilia

Bandar Lampung. Sudah setahun proyek Jalan Tol Sumatera (JTTS) berlangsung sejak diresmikan Presiden Joko Widodo. Beberapa ruas tol sudah selesai dikerjakan, beserta pintu gerbang tol. 

Proyek prestisius ini ditargetkan selesai pada Juni 2018 mendatang. "Target kami bisa selesai semua pembangunan fisik secepatnya. Sehingga Augustus 2018 bisa dioperasikan. Harus dikebut untuk persiapan Asean Games 2018 di Palembang," terang Rizal Sucipto, GM proyek jalan tol PT Hutama Karya.

Terdapat delapan ruas tol utama untuk menghubungkan beberapa kota di Sumatera, terbagi dalam empat paket pengerjaan. Dalam proyek JTTS, PT Hutama Karya berlaku sebagai pengelola dan investor.

Pengerjaan proyek JTTS paket II diserahkan pada PT Waskita Karya Tbk (WSKT). Total, ada empat kontraktor yang menggarap empat paket proyek ini.

Saat ini, PT Waskita sebagai kontraktor terpilih tengah mengebut pengerjaan seksi II di paket Bakauheni - Terbanggi Besar.

Perusahaan telah  menyelesaikan ruas Sidomulyo - Kotabaru. "Yang sudah selesai Lematang - Kotabaru. Jadi tinggal menyelesaikan Lematang - Sidomulyo," terang Rizal.

Ruas tol Sidomulyo - Kotabaru yang digarap sepanjang 41 kilometer terbagi dalam dua seksi pengerjaan. Pengerjaan seksi pertama sudah 5 kilometer hingga desa Sabah Balau, kab. Lampung Selatan. Ruas Lematang - Kotabaru akan dioperasikan September 2016. Sedangkan ruas Lematang - Sidomulyo akan beroperasi awal Juni 2018.

Namun proyek JTTS ini masih menyisakan pekerjaan rumah bagi investornya. "Masalah paling utama kami adalah pembebasan lahan. Masih banyak tanah yang belum mengantongi izin, mudah-mudahan bisa dipercepat," ujar Rizal.

Masalah pembebasan lahan yang berbelit ini bisa membuat biaya operational making mahal. Pasalnya, semakin lama waktunya, biaya tanah akan making mahal. Begitu pula dengan biaya material yang kian mahal. 


 




TERBARU

Close [X]
×