Jabodetabek

UPDATE corona di Jakarta Senin 19 Juli positif 5.000, sembuh 12.674, meninggal 250

Senin, 19 Juli 2021 | 16:46 WIB   Reporter: Syamsul Ashar
UPDATE corona di Jakarta Senin 19 Juli positif 5.000, sembuh 12.674, meninggal 250

ILUSTRASI. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berjalan di area pemakaman khusus COVID-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (15/7). Jumlah pasien corona di Jakarta yang meninggal dunia Senin (19/7) mencapai 250 orang . ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Kesehatan mengeluarkan data update corona di Jakarta pada Seni 19 Juli 2021.

Berdasarkan update corona di Jakarta pada Senin 19 Juli  masih terjadi lonjakan kasus positif corona di Jakarta sebanyak 5.000, atau banyak berkurang jika dibandingkan dengan Minggu (18/7) sebanyak 9.128 kasus

Dari jumlah ini, Kementerian Kesehatan juga memberikan update pasien corona di Jakarta yang sembuh pada Senin 19 Juli sebanyak 12.674 atau meningkat dibandingkan dengan Minggu (18/7) sebanyak 11.857 orang.

Baca Juga: UPDATE corona di Jakarta Minggu 18 Juli, positif 9.128, sembuh 11.857, meninggal 158

Sementara jumlah pasien corona di Jakarta yang dinyatakan meninggal dunia menurut data Kementerian Kesehatan pada Senin 19 Juli sebanyak 250 orang atau melonjak tinggi dibandingkan dengan Minggu (18/7)  sebanyak 158 orang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data terkini corona di Jakarta Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 45.030 spesimen. 

Dari jumlah tes corona di Jakarta tersebut, sebanyak 33.772 orang dites PCR corona di Jakarta Minggu (18/7) untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 9.128 positif dan 24.644 negatif. 

Selain itu, Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga melakukan tes Antigen corona di Jakarta hari ini sebanyak 5.716 orang dites, dengan hasil 677 positif corona di Jakarta dan 5.039 negatif.

Dwi juga menyebut, tren kasus positif aktif corona di Jakarta pada anak di bawah usia 18 tahun masih bertambah. 

SELANJUTNYA>>>

Editor: Syamsul Azhar
Terbaru