kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45688,11   9,81   1.45%
  • EMAS918.000 0,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Waduh, babi di Bali mulai terjangkit demam babi Afrika


Rabu, 05 Februari 2020 / 14:56 WIB
Waduh, babi di Bali mulai terjangkit demam babi Afrika
ILUSTRASI. Sejumlah peternakan babi di Bali terjangkit demam babi Afrika

Sumber: Kompas.com | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - DENPASAR. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali Ida Bagus Wisnuardhana mengatakan, matinya ratusan babi di Bali disebabkan oleh Africa swine fever (ASF) atau demam babi Afrika. 

Sebelumnya, sampel darah babi yang mati tersebut dikirim ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar, dan kemudian diteruskan ke BBVet Medan. Dari hasil uji lab diketahui, penyebab kematian ratusan babi ada virus Afrika. 

"Ya, ASF penyebabnya. Semua yang 800-an itu," kata Wisnuardhana, Rabu (5/2). 

Baca Juga: Akibat wabah demam babi Afrika, produksi daging babi China anjlok 21,3% pada 2019

Menurut data yang dihimpun, tercatat 888 kematian babi milik warga selama kurun waktu akhir Desember 2019 sampai dengan akhir Januari 2020. Dari 9 Kabupaten Kota, hanya 3 wilayah yang nihil kasus yaitu Kabupaten yaitu Buleleng, Jembrana dan Klungkung. 

Sedangkan kabupaten lainnya mengalami kejadian babi mati dengan rincian Badung 598 ekor, Bangli 1 ekor, Denpasar 45 ekor, Gianyar 24 ekor, Karangasem 1 ekor dan Tabanan 219 ekor. 

Namun, Wisnuardhana enggan menjelaskan soal langkah penanganan selanjutnya. "Nanti dulu ya, masih mau rapat dulu ini," ujar dia. 

Baca Juga: China larang impor babi dari Indonesia gara-gara wabah flu babi Afrika

Sebelumnya Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veterine, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Ketut Gede Nata Kesuma bilang, babi yang mati di Bali memang menunjukkan gejala klinis terserang virus Afrika. Gejala dimaksud adalah demam tinggi hingga 40 derajat, kulit kemerahan terutama pada bagian daun telinga, kadang ada diare, dan kematian hampir 80%-100% pada setiap kandang. 

"Kalau dilihat dari ciri fisik di lapangan menyerupai virus Afrika," kata Nata. (Robinson Gamar)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Uji Lab Ungkap Ratusan Babi di Bali Mati akibat Virus Demam Babi Afrika".




TERBARU

Close [X]
×