kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45769,82   10,44   1.37%
  • EMAS915.000 -0,44%
  • RD.SAHAM -0.01%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Wali Kota Bekasi: Kalau tinggi yang positif corona, kami minta KRL dihentikan


Selasa, 05 Mei 2020 / 19:54 WIB
Wali Kota Bekasi: Kalau tinggi yang positif corona, kami minta KRL dihentikan
ILUSTRASI. Seorang penumpang berjalan di peron Stasiun Tangerang di Banten, Senin (20/4/2020).

Reporter: kompas.com | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - BEKASI. Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyatakan, hasil pemeriksaan swab virus corona baru atas penumpang commuter line rute Bekasi-Jakarta jadi pertimbangannya untuk meminta penghentian operasional KRL.

Sebab, banyak warga Bekasi yang bekerja di Jakarta menggunakan KRL. "Iya, jadi pertimbangan, melihat terutama pergerakan orang. Kalau memang (hasil swab yang positif virus corona) tinggi, kami minta KRL dihentikan (sementara),” ujar Rahmat, Selasa (5/5/2020).

Menurutnya, pemeriksaan swab terhadap penumpang KRL yang Pemerintah Kota Bekasi laksanakan hari ini di Stasiun Bekasi akan memberikan gambaran mengenai kondisi penyebaran virus corona di commuter line.

Baca Juga: Menteri Kesehatan sudah setujui 14 daerah menerapkan PSBB, ini daftarnya

Saat ini, Rahmat mengatakan, jumlah pergerakan masyarakat yang menggunakan commuterline jauh lebih berkurang dibanding penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap satu. Kota Bekasi telah memasuki enam hari PSBB tahap kedua yang berlaku sejak 29 April lalu.

“Kalau kami lihat pergerakan sudah minim sekarang. Tapi begini, ini pergerakan, mudah-mudahan dengan upaya masif (yang Pemerintah Kota Bekasi lakukan), masif tapi tidak dengan sanksi ya, lihat ini sudah mulai menurun,” kata Rahmat.

Sebelumnya, sebanyak tiga penumpang KRL jurusan Bogor-Jakarta positif mengidap virus corona dari hasil uji swab PCR yang Pemerintah Jawa barat lakukan di Stasiun Bogor, pada 27 April lalu.

Baca Juga: Gawat, pasien baru positif corona DKI Jakarta naik lagi 169, menjadi 4.641 orang

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan temuan itu. Melalui akun Twitter-nya ia mengatakan, dari 325 penumpang yang menjadi sampel uji swab PCR, tiga orang diantaranya positif terjangkit virus corona.

Penulis: Cynthia Lova

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tunggu Hasil Tes Swab di Stasiun Bekasi, Wali Kota: Kalau Tinggi, Kami Minta KRL Dihentikan"




TERBARU

[X]
×