Wamendag sebut untuk revitalisasi sistem resi gudang perlu ekosistem yang baik

Senin, 01 Februari 2021 | 14:07 WIB   Reporter: Noverius Laoli
Wamendag sebut untuk revitalisasi sistem resi gudang perlu ekosistem yang baik

ILUSTRASI. Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga sebut untuk revitalisasi sistem resi gudang perlu ekosistem yang baik


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam upaya merevitalisasi sistem resi gudang (SRG) nasional yang berpusat di Brebes, Jawa Tengah, Kemendad mendorong perlunya pembangunan ekosistem yang baik. Dengan pembangunan ekosistem yang baik, maka akan memungkinkan terjadinya relasi dan koordinasi yang lancar dan strategis yang memungkinkan stakeholder mendapatkan keuntungan dan manfaat.

Hal itu dikatakan, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga saat melakukan kunjungan kerja dengan  pelaku SRG bawang di Brebes dan Kudus pekan yang lalu.

Menurut Jerry, paradigma pembangunan institusi yang terkini bukan hanya berpaku pada aspek fisik, tetapi lebih dari itu, perlu lebih berparadigma pada pembangunan ekosistem. Hal itu juga yang harus diperhatikan dalam upaya revitalisasi SRG Bawang nasional yang berpusat di Brebes.

Menurut Jerry, pemerintah pusat dan daerah harus bekerja sama untuk menciptakan ekosistem yang baik tersebut.  Menurutnya, peran pemda sangat penting mengingat pemda yang bertindak sebagai pelaku, fasilitator sekaligus regulator SRG dalam operasional sehari-harinya. Sementara itu, pemerintah pusat bertindak sebagai insiator dan regulator di tingkat yang lebih makro.

Baca Juga: Kliring Berjangka Indonesia dorong literasi lewat KBI e-ducentre

Menurutnya, bila SRG berkinerja baik, banyak manfaat yang bisa diambil Pemda. Khususnya dalam SRG Bawang Merah Brebes, yang akan diuntungkan adalah petani, pedagang dan Pemerintah Daerah

“Bagi petani, SRG akan memastikan jaminan pemasaran dan harga yang baik. Bagi pedagang, ini akan memudahkan mata rantai pasokan dan bagi Pemerintah daerah tentu akan memberikan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan asli daerah.” ujar Jerry dalam keterangannya, Senin (1/2).

Brebes merupakan penghasil utama bawang merah di tingkat nasional. BPS menunjukkan bahwa bawang brebes memasok 85% kebutuhan bawang merah nasional. Namun demikian, komoditas bawang merah ini sering berfluktuasi dari segi harga.

Saat tiba panen raya harganya anjlok, sedangkan pada kesempatan lain harganya melonjak tinggi. Untuk mengatasi masalah itu maka perlu membuat sistem penopang (buffer system) yang berpusat pada Sistem resi Gudang (SRG). Dengan demikian, manajemen pasokan, penyimpanan dan penyaluran (distribusi) akan lebih baik dan bisa menjamin harga.

Baca Juga: Ini upaya Kemendag stabilkan harga cabai dan bawang merah

SRG membutuhkan peran banyak stakeholder, salah satunya penyedia teknologi. Bawang adalah komoditas berumur pendek yang jika tidak disimpan dengan baik akan cepat busuk dan turun nilainya. Untuk itu, sebagai kelanjutan kunjungan ke Brebes, Wamendag melanjutkan kunjungan ke Kudus, tempat salah satu alat penunjang utama SRG bawang merah Brebes dibuat.  

Kali ini Jerry meninjau pabrik alat controlled atmosphere storage (CAS). CAS adalah salah satu alat yang bisa menjadi alternatif dalam penyimpanan hasil bumi yang umumnya berumur pendek. Wamendag berharap gudang Indonesia makin canggih sebagaimana yang diterapkan di luar negeri. Hal ini penting karena teknologi diyakini mampu menekan biaya dan menjamin kualitas barang yang disimpan.

“Visi kita adalah gudang kita secara sistem dan teknologi makin canggih sehingga bisa lebih ekonomis dan menguntungkan,” Kata Jerry.

Selanjutnya: Di tengah pandemi, KBI bukukan kenaikan pendapatan 24,5%

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli

Terbaru