kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45754,62   28,80   3.97%
  • EMAS920.000 0,66%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Ada penerapan PSBB, KRL Jabodetabek lakukan evaluasi


Selasa, 07 April 2020 / 19:35 WIB
Ada penerapan PSBB, KRL Jabodetabek lakukan evaluasi
ILUSTRASI. Penumpang berada di dalam KRL di stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (6/4/2020). Pasca diterbitkannya Permenkes tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka Percepatan Penanganan COVID-19, moda transportasi MRT, KRL, LRT, dan Transjakarta mu

Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) masih mengevaluasi penerapan pedoman pembatasan sosial berskala besar (PSBB) terhadap operasional kereta rel listrik (KRL) yang akan diterapkan di DKI Jakarta.

Direktur Teknis KCI Saridal mengaku tengah mengevaluasi sejumlah lintas mulai dari Cikarang menuju Jakarta hingga jalur menuju Bogor. Hasil evaluasi akan dirapatkan kembali untuk ditindaklanjuti pada Rabu (8/4). "Lintas yang ke Bogor dan Depok ini juga menunggu keputusan pemerintah pusat. Ini yang harus dirapatkan, kalau hanya DKI operasional harus seperti apa," katanya dalam keterangan resmi, Selasa (7/4).

Baca Juga: Catat, operasional KRL mulai 04.00-20.00 terhitung tanggal 7 April mendatang

Saridal menuturkan, rencananya operasional KRL akan dibatasi hingga pukul 20.00 WIB. Menurutnya, anjuran PSBB terkait jaga jarak atau physical distance yang dijalankan adalah penumpang diwajibkan menggunakan masker. Bagi penumpang yang kedapatan tidak mengenakan masker akan diturunkan.

Selain itu, kapasitas penumpang diatur sesuai dengan kapasitas Moda Raya Terpadu (MRT). KCI membatasi setidaknya 60 penumpang per gerbong kereta. "Kereta sudah kami tandai bangkunya panjang hanya untuk empat orang. Penumpang yang berdiri pun kami tandai tempatnya," katanya.

Baca Juga: KRL Commuterline kembali ubah jam operasi, simak jadwal lengkapnya

Menurut Saridal, dengan diberlakukannya kebijakan ini, penurunan jumlah penumpang akan berdampak pada dana subsidi (public service obligation/PSO) yang dikucurkan oleh pemerintah.



TERBARU

[X]
×