kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45685,03   12,89   1.92%
  • EMAS917.000 0,11%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Ahli UGM menganalisa temuan radioaktif Caesium-137 di Tangsel, ini hasilnya


Selasa, 18 Februari 2020 / 07:54 WIB
Ahli UGM menganalisa temuan radioaktif Caesium-137 di Tangsel, ini hasilnya
ILUSTRASI. Operator Pengolahan Limbah Radioaktif dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dengan menggunakan survey meter melakukan pengecekan radiasi Radioaktif di Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) Badan Tenaga Nuklir Nasional Serpong, Tangerang Selatan, Ba

Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Kendati demikian, Bapeten kini sudah melakukan dekontaminasi dengan mengambil contoh tanah yang terpapar oleh serpihan Caesium. Menurut Agus, Caesium yang digunakan untuk publik itu sesuai dengan batas administratif, yaitu 1 mikrosievert.

Artinya, meskipun seseorang terkena dosis 1 mikrosievert, hal itu tidak akan memiliki efek biologis apa pun. Sementara itu, batas biologis merupakan batas yang jika dilampaui, maka akan memiliki efek klinis.

Baca Juga: Heboh radiasi nuklir di Serpong yang sangat tinggi, ini penjelasannya

Berdasarkan ketentuan IAEA, semua unit radiologi dan pemanfaatan tenaga nuklir harus menggunakan batas administratif. "Artinya, IAEA itu membuat regulasi bahwa operasional unit radiologi dan reaktor nuklir itu harus menggunakan batas adminstratif. Kalaupun itu dilampaui, maka tidak akan menimbulkan efek biologis," paparnya.

Manfaat

Menurut Agus, unsur Caesium-137 biasanya digunakan untuk kesehatan dan industri. "Kalau di rumah sakit itu biasanya digunakan untuk membunuh kanker, tapi dengan dosis tinggi dan radiasi yang sangat tinggi," katanya lagi.

Baca Juga: Duh, pasien kanker berisiko terkena penyakit jantung

Untuk pemanfaatan di bidang industri, Agus menyebutkan, Caesium ini digunakan untuk pengujian tak merusak. Misalnya, penggunaan Caesium untuk mengetahui apakah pipa itu keropos atau tidak, apakah tulang bangunan beton itu menggunakan diameter beton sesuai yang tertera dalam kontrak atau tidak.

"Jadi fungsinya itu seperti foto rontgen karena energinya lebih besar," jelasnya.

Terlepas dari semua itu, Agus berpesan kepada masyarakat agar tak khawatir mengenai radiasi yang terjadi di Perumahan Serpong tersebut karena sudah dilokalisasi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Soal Temuan Radioaktif Caesium-137 di Tangsel, Ini Analisis Ahli UGM"
Penulis : Ahmad Naufal Dzulfaroh
Editor : Sari Hardiyanto



TERBARU

[X]
×