Anies Baswedan meresmikan Kampung Susun Akuarium yang digusur Ahok

Rabu, 18 Agustus 2021 | 23:32 WIB   Reporter: Ahmad Febrian
 Anies Baswedan meresmikan Kampung Susun Akuarium yang digusur Ahok

ILUSTRASI. Bangunan tahap pertama Kampung Susun Akuarium di Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu(18/8/2021). (Warta Kota/henry lopulalan)


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tepat setahun sejak peletakan batu pertama, pembangunan tahap 1 Kampung Susun Akuarium akhirnya rampung.  Dua  blok bangunan 5 lantai yang terdiri dari 107 unit hunian berdiri dan dapat mulai dihuni oleh warga Kampung Akuarium. 

Pembangunan Kampung Susun Akuarium di Penjaringan Jakarta Utara melalui dana kewajiban pengembang sesuai Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 112 Tahun 2019 tentang Tata Cara Pemenuhan Kewajiban Pembiayaan dan Pembangunan Rumah Susun Murah / Sederhana Melalui Konversi oleh Para Pemegang Izin Pemanfaatan Ruang.

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan meresmikan tahap I kampung Susun Akuarium tepat pada peringatan hari kemerdekaan, Selasa (17/8)  lalu.  Anies menjelaskan, pembangunan Kampung Akuarium merupakan program strategis daerah yang menjadi prioritas dan dikerjakan bekerjasama  dengan berbagai pihak. Terbukti, hanya butuh waktu setahun, tahap 1 Pembangunan Kampung Akuarium dapat terwujud.

“Pembangunan Kampung Susun untuk memfasilitasi warga DKI Jakarta, memenuhi rasa keadilan dalam bermukim.  Dan memenuhi kebutuhan tempat tinggal yang layak huni, nyaman dan terjangkau,” terang Anies, dalam siaran pers, Rabu (18/8). 

Kawasan Pasar Ikan yang menjadi lokasi berdirinya Kampung Susun Akuarium tersebut memiliki nilai historis tersendiri. Kawasan itu menjadi tempat bertemunya dua putra fajar, Soekarno-Hatta setelah pulang dari pengasingan.

“Di tempat ini, Bung Karno dan Bung Hatta berdiskusi untuk membangkitkan rasa nasionalisme rakyat Indonesia. Lewat kolaborasi di sini, kita mewujudkan identitas masyarakat Indonesia yakni gotong royong,” lanjut Anies. Sebelumnya permukiman warga itu digusur Pemprov DKI era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) pada tahun 2016.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Ahmad Febrian

Terbaru