Anies: Belum ada keputusan soal pembelajaran tatap muka di sekolah pada januari 2021

Senin, 23 November 2020 | 11:52 WIB Sumber: Kompas.com
Anies: Belum ada keputusan soal pembelajaran tatap muka di sekolah pada januari 2021

ILUSTRASI. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, belum ada keputusan soal pembelajaran tatap muka di sekolah di wilayah Provinsi DKI Jakarta. 

"Jadi saat ini belum ada keputusan apakah bulan Januari itu akan mulai belajar di Sekolah atau tidak," ujar Anies saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (23/11/2020). 

Anies sudah mendapat informasi terkait rencana pembelajaran tatap muka di sekolah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Namun, lanjut Anies, Pemprov DKI Jakarta akan melakukan kajian lebih dalam terkait kondisi DKI Jakarta saat ini. "Dalam bulan Desember ini kami mengkaji lebih jauh di Jakarta karena kondisinya di tiap daerah beda-beda," ujar Anies. 

Pada prinsipnya, lanjut Anies, Pemprov DKI Jakarta akan memberikan prioritas pada keselamatan anak-anak di masa pandemi Covid-19. Pemprov DKI mengambil kebijakan penutupan sekolah sejak 16 Maret 2020 lalu. Untuk itu, kata Anies, keputusan akan diambil setelah mempertimbangkan banyak aspek dan berkonsultasi dengan banyak ahli di bidang kesehatan. 

"Kami akan konsultasi juga dengan ikatan-ikatan ahli di bidang kesehatan, di bidang pendidikan sehingga keputusan kita berdasarkan situasi di Jakarta," kata Anies. 

Baca Juga: 10 Faktor yang perlu dipenuhi sekolah agar dapat izin pembelajaran tatap muka

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani sebelumnya mendukung penuh keputusan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim terkait pembukaan belajar tatap muka di sekolah dengan berbagai ketentuan. "Sebagai unsur Pimpinan DPRD DKI Jakarta yang fokus terhadap pendidikan, saya sangat mendukung keputusan ini," ujar dia dalam keterangan tertulis, Minggu (22/11/2020).

Zita mengatakan, kesempatan anak-anak untuk bersekolah kembali sudah ditunggu banyak orang. Dia bahkan merasa terharu ketika Nadiem Makarim memutuskan belajar tatap muka di sekolah bisa direalisasikan awal 2021. "Sejujurnya saya menangis ketika mendengar kabar ini, doa-doa saya dan ibu-ibu lainnya terjawab," kata Zita. 

Dia mengaku sudah mengusulkan belajar tatap muka di sekolah segera dilakukan berulang kali. Menurut dia, anak-anak dan sekolah adalah satu kesatuan yang sudah tidak bisa dipisahkan. Dia mengatakan, salah satu bukti adalah ketika ada seorang pelajar yang memilih mengakhiri hidupnya karena pembelajaran jarak jauh (PJJ). 

Editor: Handoyo .

Terbaru