Umum

​Apa itu IMD atau Inisiasi Menyusu Dini? Ini penjelasan dan prosedurnya

Minggu, 22 November 2020 | 11:45 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
​Apa itu IMD atau Inisiasi Menyusu Dini? Ini penjelasan dan prosedurnya


KONTAN.CO.ID - Pada saat bayi baru lahir biasanya akan dianjurkan untuk melakukan inisiasi menyusu dini (IMD). 

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan kesempatan bayi yang dilahirkan dalam 24 bulan terakhir dapat menyusu secara alami dengan meletakkannya di perut ibunya selama satu jam setelah kelahiran. 

Dirangkum dari laman Kemenkes, tujuan imd adalah meningkatkan jalinan kasih sayang ibu dan bayi, mempertahankan suhu bayi tetap hangat, merangsang kontraksi otot rahim sehingga mengurangi risiko perdarahan sesudah melahirkan. 

IMD juga bisa memperbesar peluang ibu untuk memantapkan dan melanjutkan kegiatan menyusui selama masa bayi (6 bulan-2 tahun).

Baca Juga: Ini manfaat kol ungu untuk kesehatan tubuh Anda

Mengenal IMD dan prosedurnya

IMD adalah memberikan ASI setelah bayi lahir.

Inisiasi menyusu dini atau disebut IMD adalah memberikan ASI segera setelah bayi dilahirkan, biasanya dalam waktu 30 menit-1 jam pasca-bayi dilahirkan.

Dikutip dari laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), berikut prosedur IMD: 

  • Setelah tali pusat dipotong dan diikat, tengkurapkan bayi di atas perut ibu dengan kepala bayi menghadap kearah kepala ibunya (bila sectio,bayi diletakkan diatas dada) dan keringkan bayi mulai dari muka, kepala, dan bagian tubuh lainnya kecuali kedua tangannya. 
  • Bau cairan amnion pada tangan bayi akan membantunya mencari puting ibu yang mempunyai bau yang sama. Maka agar baunya tetap ada, dada ibu juga tidak boleh dibersihkan. Mengeringkan tubuh bayi tidak perlu sampai menghilangkan verniks (lapisan tebal putih) karena verniks dapat berfungsi sebagai penahan panas pada bayi.
  • Jika ruang bersalin dingin, berikan selimut yang akan menyelimuti ibu dan bayinya, dan kenakan topi pada kepala bayi.
  • Apabila bayi dibiarkan tengkurap di perut ibu, selama beberapa waktu bayi akan diam saja tetapi tetap waspada melihat kesekelilingnya.
  • Setelah 12-44 menit bayi akan mulai bergerak dengan menendang, menggerakkan kaki, bahu dan lengannya. Meskipun kemampuan melihatnya terbatas, bayi dapat melihat areola mammae yang berwarna lebih gelap dan bergerak menuju ke sana. Bayi akan membentur-benturkan kepalanya ke dada ibu. 
  • Bayi kemudian mencapai puting dengan mengandalkan indera penciuman dan dipandu oleh bau pada kedua tangannya. 
  • Bayi akan mengangkat kepala, mulai mengulum puting, dan mulai menyusu. Hal tersebut dapat tercapai antara 27 - 71 menit.
  • Pada saat bayi siap untuk menyusu, menyusu pertama berlangsung sebentar, sekitar 15 menit, dan setelah selesai, selama 2 - 2,5 jam berikutnya tidak ada keinginan bayi untuk menyusu. Selama menyusu bayi akan mengkoordinasi gerakkan menghisap, menelan, dan bernapas.
  • Setelah usai tindakan inisiasi menyusu dini ini, baru tindakan asuhan keperawatan seperti menimbang, pemeriksaan antropometri lainnya, penyuntikkan vitamin K1, dan pengoleskan salep pada mata bayi dapat dilakukan.
  • Tunda memandikan bayi paling kurang 6 jam setelah lahir atau pada hari berikut.
  • Bayi tetap berada dalam jangkauan ibunya agar dapat disusukan sesuai keinginan bayi (rooming in / rawat gabung).

Selanjutnya: 5 Manfaat cuddling dengan pasangan, baik untuk kesehatan fisik dan mental

 

Editor: Virdita Ratriani


Terbaru