KONTAN.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda wilayah Provinsi Lampung pada Jumat, 6 Februari 2026.
Masyarakat yang berada di wilayah perkotaan maupun kawasan pesisir diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang cukup signifikan sepanjang hari ini.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Bali: Waspada Hujan Ringan Sepanjang Hari Ini
Berdasarkan data resmi yang dilansir dari laman BMKG, pusat pemerintahan yakni Kota Bandar Lampung diprediksi akan mengalami hujan petir.
Fenomena alam ini umumnya terjadi pada siang menjelang sore hari, yang dapat memengaruhi arus lalu lintas di dalam kota.
Selain intensitas hujan yang tinggi, masyarakat juga perlu mewaspadai potensi kilat dan angin kencang yang menyertai pertumbuhan awan kumulonimbus.
Prakiraan Cuaca di Lampung
Kota Bandar Lampung
- Kondisi Cuaca: Hujan Petir
- Suhu Udara: 23 sampai 33 derajat Celcius
- Kelembapan Udara: 70% hingga 98%
Lampung Selatan
- Kondisi Cuaca: Hujan Petir
- Suhu Udara: 23 sampai 33 derajat Celcius
- Kelembapan Udara: 71% hingga 98%
Tonton: ESDM Sebut Rekomendasi Impor BBM Shell 2026 Masih Dievaluasi
Suhu udara yang cukup tinggi, mencapai 33 derajat Celcius, menunjukkan adanya pemanasan permukaan yang cukup kuat sebelum terjadinya hujan.
Tingginya angka kelembapan yang menyentuh angka 98% juga mengindikasikan kandungan uap air di atmosfer yang sangat jenuh, sehingga memicu proses kondensasi secara cepat.
Menurut laporan BMKG, wilayah Lampung Selatan yang merupakan gerbang utama distribusi barang melalui Pelabuhan Bakauheni juga tidak luput dari ancaman hujan petir.
Para nakhoda kapal dan operator penyeberangan diharapkan terus memantau pembaruan informasi cuaca laut guna memastikan keselamatan pelayaran.
Kondisi cuaca yang tidak menentu ini dapat memengaruhi jadwal bongkar muat di pelabuhan jika intensitas hujan sangat tinggi disertai jarak pandang yang terbatas.
Masyarakat diimbau untuk membersihkan saluran air dan memastikan struktur bangunan rumah dalam kondisi kokoh untuk mengantisipasi dampak angin kencang.
Penggunaan perangkat elektronik saat terjadi hujan petir juga sebaiknya diminimalkan guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Selanjutnya: Korsel Tambah Amunisi Devisa, Terbitkan Obligasi Valas US$3 Miliar
Menarik Dibaca: IHSG Ada Peluang Menguat, Cek Rekomendasi Saham MNC Sekuritas Kamis (6/2)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News