ASITA Surakarta Berharap Pertumbuhan Pariwisata Solo Berkembang Dua Kali Lipat

Jumat, 08 Juli 2022 | 18:57 WIB   Reporter: Amalia Nur Fitri
ASITA Surakarta Berharap Pertumbuhan Pariwisata Solo Berkembang Dua Kali Lipat

Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (ASITA) Surakarta menggelar acara bertajuk 'Solo Kluthuk' pada Kamis (7/7) hingga Jumat (8/7).


KONTAN.CO.ID - SOLO. Ketua DPC Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (ASITA) Surakarta, Pri Siswanto berharap hingga akhir tahun ini, pertumbuhan pariwisata Solo bisa berkembang dua kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu.

Dalam serangkaian acara "Solo Klukthuk" yang berlangsung Kamis (7/7) dan Jumat (8/7) pihaknya bekerjasama dengan Pemerintah Kota Surakarta menjadikan segmen pariwisata dan jasa sebagai prioritas tahun ini.

"Untuk pariwisata, kami memiliki spot-spot prioritas untuk lebih dikenalkan dan dikembangkan kepada masyarakat," ujarnya kepada media dalam rangkaian acara Solo Kluthuk 2022 yang berlangsung di Surakarta, Jumat (8/7).

Baca Juga: Dorong Pariwisata Bergulir Kembali, ASITA surakarta Gelar Acara bertajuk Solo Kluthuk

Ia menjabarkan tempat-tempat wisata yang akan lebih ditonjolkan dan dikembangkan antara lain adalah Taman Balekembang. Pihaknya akan merevitalisasi, mengintegrasi dan mengoptimalisasi lokasi tersebut dengan panggung pertunjukan Ketoprak yang bisa disaksikan secara reguler setiap malam minggu. Saat ini rencana tersebut masih melalui proses realisasi.

Selanjutnya, ASITA bersama Pemkot juga akan mempercantik dan mengoptimalisasi area dalam kota serta kawasan depan Istana Mangkunegara. Hal serupa juga dilakukan untuk kawasan Jalan Gatot Soebroto. Rencananya, kawasan jalan ini akan direvitalisasi seperti kawasan Malioboro.

Tak lupa pihaknya juga turut merevitalisasi kawasan di area Pasar Triwindhu agar menjadi kawasan yang nyaman bagi masyarakat hingga keluarga bercengkrama di malam hari.

ASITA Surakarta juga tengah membangun Masjid Raya Gilingan yang saat ini masih dalam tahapan pembangunan. Kelak, kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat kajian Islam atau Islamic Centre.

"Kami proyeksikan pembangunan masjid tersebut bisa selesai akhir tahun ini," tuturnya.

Baca Juga: Begini Penjelasan INACA Terkait Tingginya Harga Tiket Pesawat

Pihaknya juga akan membawa nuansa Eropa dengan merevitalisasi kawasan Lokananta serta membangun jembatan ikonik.

Lebih jauh, ASITA Surakarta juga akan mengambil momentum dalam kegiatan olahraga seperti pertandingan sepak bola U23 dengan menonjolkan area wisata olahraga alias sport tourism.

Pri mengatakan, sejak pembangunan jalan tol yang berlangsung di masa pandemi, membuat akses perjalanan melalui jalan tol ke Surakarta dan sekitarnya makin mudah. Dirinya memperhatikan, pembangunan jalan tol Yogya ke arah Surakarta dan sebaliknya, hingga Surakarta - Demak yang sedang dikerjakan, turut mempengaruhi masyarakat berwisata melalui jalur darat.

"Tren wisata menjadi terbuka karena akses ini. Jalur tol ini pun turut membantu juga kalau tidak ada penerbangan. Ini menghidupkan juga, bahkan bisa dengan keluarga pula," sambung dia.

Sementara itu, dalam Focus Group Discussion (FGD) Solo Kluthuk, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Rofikoh Rokhim, menyayangkan pariwisata Kota Solo kurang berkembang. Padahal, kota di Jawa Tengah itu memiliki daya tarik dan potensi di sektor industri parwisata yang besar.

“Solo ini magnetnya ada, tapi kan ya gitu-gitu aja. Nah, itu kan sayang,” kata Rofikoh, Kamis (7/7).

Ia mengatakan, Solo memiliki keunggulan di sektor-sektor perdagangan besar, reparasi mobil, dan sepeda motor. Selain itu, pengadaan listrik dan gas; pengadaan air, pengelolaan sampah, dan daur ulang; serta informasi dan komunikasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru