PANGKALPINANG. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengajukan pengadaan pembangkit listrik terapung berkapasitas 60 mega watt di Pulau Belitung, guna mendukung pembangunan pariwisata di daerah itu.
"Kita sudah mengajukan pengadaan pembangkit tenaga listrik kepada Presiden Joko Widodo untuk mengatasi masalah listrik di Pulau Belitung," kata Kabid Kelistrikan dan Migas Distamben Kepulauan Babel Taufik di Pangkalpinang, Kamis (25/2).
Ia menjelaskan pembangkit listrik terapung berkapasitas 60 mega watt ini dapat mengatasi masalah kekurangan listrik dan mempercepat pembangunan pariwisata, investasi dan ekonomi masyarakat di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur.
"Kita berharap pemerintah pusat menyetujui dan merealisasikan pengadaan pembangkit listrik terapung ini, seperti Kabupaten Gorontalo menggunakan pembangkit listrik terapung untuk mendukung sektor pariwisata di daerah itu," ujarnya.
Selama ini, kata dia, pelaku usaha perhotelan, restoran dan lainnya harus menggunakan diesel untuk mengatasi listrik mati karena ketersediaan listrik PLN yang masih kurang.
"Kita sudah berulang kali mendapatkan laporan dan keluhan dari pelaku perhotelan, jika malam listrik mati sehingga mereka terpaksa menggunakan diesel agar tamu-tamu yang menginap di hotel itu nyaman," ujarnya.
Ia berharap pembangkit listrik terapung bisa direalisasikan tahun ini, agar pariwisata Pulau Belitung semakin maju dan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan serta pendapatan asli daerah ini.
"Kita berharap pembangkit listrik terapung ini dapat terealisasi dan dapat menyelesaikan masalah listrik, sehingga pelaku pariwisata tidak kesulitan mengembangkan usahanya," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News