Peristiwa

Bandros, bus wisata yang menjadi daya pikat wisata di Bandung

Sabtu, 05 Desember 2020 | 22:08 WIB   Reporter: Noverius Laoli
Bandros, bus wisata yang menjadi daya pikat wisata di Bandung

ILUSTRASI. Bandung Tour on Bus

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Setelah Solo dan Jakarta miliki bus wisata, kini Bandung juga punyai bus wisata. Meski tidak sebesar dan semewah bus wisata di Jakarta namun bentuk bus wisata di Bandung cukup unik, termasuk namanya juga, yaitu “Bandros” atau kependekan dari Bandung Tour on Bus.

Si Bandros siap memanjakan wisatawan yang berkunjung ke Bandung yang ingin menikmati suasana berkeliling kota dengan bus wisata nan unik. Pemerintah Kota Bandung meluncurkan bus pariwisata ini dengan bantuan swasta memanfaatkan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR (Corporate Social Responsibility) dalam bidang pariwisata.

Bus wisata ini ukurannya tidak terlalu besar dengan panjang 747 cm, tinggi 315 cm dan lebar 210 cm. Dengan ukuran demikian, bagian bawah bus mampu menampung 12 penumpang duduk dan maksimal 20 dengan penumpang berdiri. Sementara itu, untuk bagian atas bus menampung 24 penumpang duduk. Untuk nama bandros sendiri sebenarnya tidak akan asing di telinga pecinta kuliner sebab itu adalah salah satu nama makanan jajanan kaki lima khas Jawa Barat.

Mengutip siaran pers Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sabtu (5/12), selama proses kenormalan baru, bus ini selalu disemprotkan disinfektan sebelum dan sesudah beroperasi.

Baca Juga: Perum DAMRI optimistis kinerja akan tumbuh 13% sampai akhir tahun

Bus ini memiliki rute-rute khusus yang melewati tempat wisata di Bandung. Selain itu, bus ini dilengkapi seorang pemandu wisata yang bertugas menjelaskan tempat sejarah atau tempat wisata yang dilewati. Bandros sudah beroperasi sejak 2014 dan armadanya ada 30 bus. Ini sekaligus menunjukkan bahwa Kota Bandung sebagai kota wisata memiliki fasilitas transportasi pendukung bagi wisatawan.

Bus Bandros memiliki bentuk dan warna yang khas sebagai pembeda dari bus pada umumnya. Secara umum dibagi menjadi 5 warna, yaitu biru, merah, kuning, ungu, serta pink. Berbeda warna, berbeda pula rute yang ditempuh. Bandros Biru memiliki rute dari Alun-Alun Bandung, Cibaduyut, Taman Leuwi Panjang, Museum Sri Baduga, Alun-alun Regol, dan Kawasan Buah Batu.

Bandros Hijau memiliki rute Chinatown, Pasir Kaliki, Alun-alun Cicendo, Karang Setra, UPI, dan GOR Padjadjaran. Bandros Merah Muda rute perjalanan di Gasibu, Taman Pasupati (Taman Jomblo), Teras Cikapayang, Teras Cihampelas, hingga Taman Budaya. Bandros Kuning rute Lapangan Gasibu, Taman Cibeunying, Taman Superhero, Taman Foto, Gedung Merdeka, Alun-alun Bandung, dan Braga. Terakhir, Bandros Ungu, rute Gasibu, Taman Cikapayang, Alun-alun Ujungberung, Museum Geologi, dan Pusdai.

Baca Juga: Bisnis parkir terancam gulung tikar jika pandemi virus corona tak segera berakhir

Untuk bisa naik Bus Bandros, Anda tinggal datang ke lokasi pemberhentian shelter atau terminal yang tersebar di 4 tempat, yaitu: shelter Gasibu tepatnya di depan Museum Geologi,

Taman Balai Kota Bandung, Alun-alun Bandung, dan di Paskal Hyper Square. Bandros beroperasi mulai pukul 09.00 hingga 19.00. Untuk weekend harganya berkisar Rp 20 hingga 25 ribu. Sedangkan hari biasa Rp 15.000. Ada 12 unit bandros yang disediakan untuk wisatawan.

Editor: Noverius Laoli
Terbaru