Fenomana Suhu Dingin Picu Embun Upas di Dieng: BMKG Berikan Penjelasan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 06:50 WIB
Fenomana Suhu Dingin Picu Embun Upas di Dieng: BMKG Berikan Penjelasan

ILUSTRASI. Panen Kentang (KONTAN/Baihaki)


Sumber: BMKG  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Mengenal fenomena Embun Upas di wilayah Dieng Jawa Tengah menurut BMKG. Suhu udara di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, kembali menjadi perhatian masyarakat setelah dilaporkan mencapai sekitar minus 6 derajat Celsius.

Kondisi ini memicu terbentuknya embun upas atau embun beku yang menyelimuti rumput dan tanaman di sejumlah titik.

Meski Indonesia merupakan negara tropis, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa suhu ekstrem di wilayah pegunungan seperti Dieng merupakan fenomena alam yang dapat terjadi pada puncak musim kemarau.

Baca Juga: Risiko Suhu Dingin Ekstrem: BMKG Ingatkan Dampak Buruk Hujan Tanpa Henti

Penyebab Dieng Bersuhu Dingin

Berikut ini penjelasan BMKG mengenai fenomena di wilayah Dataran Tinggi Dieng, dirangkum dari laman resmi BMKG.

1. Ketinggian Dieng Membuat Suhu Lebih Rendah

Salah satu penyebab utama suhu dingin di Dieng adalah letaknya yang berada di ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Semakin tinggi suatu wilayah, suhu udara cenderung semakin rendah karena tekanan udara menurun dan atmosfer menjadi lebih tipis.

Kondisi topografi pegunungan tersebut membuat suhu udara di Dieng jauh lebih rendah dibandingkan wilayah dataran rendah di sekitarnya, terutama pada malam hingga menjelang pagi.

Baca Juga: Anomali Cuaca Jatim: Suhu Dingin di Malang, Tapi Surabaya Malah Berawan Panas

2. Langit Cerah Mempercepat Pelepasan Panas

BMKG menjelaskan bahwa selama musim kemarau, tutupan awan di wilayah Jawa umumnya berkurang sehingga langit menjadi cerah pada malam hari.

Dalam kondisi ini, panas yang diserap permukaan bumi pada siang hari akan lebih mudah dipancarkan kembali ke atmosfer melalui proses radiasi.

Karena tidak banyak awan maupun uap air yang menahan panas tersebut, suhu udara di dekat permukaan tanah turun dengan cepat hingga mencapai titik yang sangat rendah.

Baca Juga: Jawa-Bali Siaga! BMKG Umumkan Hujan Ekstrem Sepekan ke Depan

3. Dipengaruhi Monsun Dingin Australia

Faktor lain yang memperkuat penurunan suhu adalah Monsun Dingin Australia. Pada periode Juli hingga September, Australia sedang mengalami musim dingin sehingga terbentuk pusat tekanan udara tinggi yang mendorong massa udara dingin dan kering menuju Indonesia.

Angin monsun dari Australia tersebut melintasi Samudra Hindia yang juga memiliki suhu permukaan laut relatif lebih rendah. Akibatnya, wilayah Indonesia bagian selatan khatulistiwa, termasuk Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, merasakan udara yang lebih dingin dibandingkan biasanya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini: Hujan Ringan Mengintai, Waspada Suhu Dingin!

Mengapa Terbentuk Embun Upas?

Ketika suhu permukaan tanah turun hingga mendekati atau berada di bawah titik beku, embun yang terbentuk pada malam hari dapat membeku menjadi kristal es. Fenomena inilah yang dikenal masyarakat Dieng sebagai embun upas.

Embun upas umumnya muncul pada musim kemarau, terutama antara Juni hingga Oktober, saat udara sangat kering dan langit cerah.

Walaupun terlihat indah menyerupai salju, embun beku dapat merusak tanaman pertanian, terutama kentang, sehingga kerap disebut "upas" atau racun oleh masyarakat setempat.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Maluku Rabu 29 April 2026: Waspada Suhu Dingin Maluku Tengah

Fenomena Alam yang Terjadi Hampir Setiap Tahun

BMKG menegaskan bahwa suhu dingin ekstrem dan kemunculan embun upas di Dieng bukanlah fenomena yang disebabkan oleh aphelion maupun kejadian luar biasa lainnya.

Kondisi tersebut merupakan fenomena meteorologis yang lazim terjadi setiap musim kemarau ketika beberapa faktor, seperti ketinggian wilayah, langit cerah, udara kering, dan pengaruh Monsun Dingin Australia, terjadi secara bersamaan.

Karena itu, masyarakat yang berada di kawasan dataran tinggi diimbau untuk menjaga kondisi kesehatan saat suhu udara turun drastis. Sementara bagi petani, kemunculan embun upas perlu diantisipasi karena berpotensi menyebabkan kerusakan pada tanaman budidaya.

Tonton: Kejagung Buka Suara! Polri Geledah 12 Lokasi Kasus Korupsi Batu Bara PLN, Emas Puluhan Kg Disita

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag

Terbaru