kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,67   6,06   0.79%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Banjir, longsor dan angin kencang melanda Manggarai Timur


Selasa, 14 Januari 2020 / 11:02 WIB
Banjir, longsor dan angin kencang melanda Manggarai Timur
ILUSTRASI. Cuaca buruk dalam dua pekan terakhir melanda wilayah Kabupaten Manggarai Timur, NTT.

Sumber: Kompas.com | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - BORONG. Cuaca buruk dalam dua pekan terakhir melanda wilayah Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kondisi tersebut mengakibatkan bencana alam yang terdampak pada rumah warga, gedung sekolah, hingga saluran irigasi pertanian. 

"Dampak cuaca buruk kemarin, ada rumah warga dan gedung sekolah diterjang angin kencang dan saluran irigasi pertanian tertimbun longsor," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai Timur Anton Dergong kepada Kompas.com, Senin (13/1).

Anton mengatakan, ada sembilan rumah warga yang rata dengan tanah setelah dihantam angin puting beliung. Masing-masing, yakni tujuh rumah di Desa Satar Kampas dan dua rumah di Desa Satar Padut, Kecamatan Sambirampas. 

Baca Juga: BMKG: Hari ini hujan dan angin kencang bisa melanda Jabodetabek

Ada dua gedung sekolah yang terkena dampak yakni SMAN 5 Borong dan SMPN 10 Kota Komba Borong, Kecamatan Borong. "Untuk SMAN 10, satu ruang kelas, ruang lab, dan ruang guru rusak berat. Sementara untuk SMPN 10 Kota Komba, atapnya terbongkar," kata Anton. 

Selain itu, ada dua irigasi besar yang tertimbun dan patah akibat longsor. Kedua saluaran irigasi itu ada di Desa Golo Lijun, Kecamatan Sambirampas dan Desa Satar Padut, Kecamatan Lambaleda.  Akibat rusaknya saluran irigasi tersebut, ratusan hektare sawah milik warga di dua desa terancam gagal tanam dan gagal panen.  

"Untuk sementara ini yang ada laporan tertulis kepada kami serta tembusan Bupati dan DPRD. Tidak menutup kemungkinan dari desa lain juga ada bencana. Harapannya, pemerintah desa bisa segera melaporkan dampak bencana ke kabupaten," kata Anton.  

Baca Juga: Gugatan class action banjir Jakarta didaftarkan siang ini

Anton mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu waspada, karena saat ini cuaca ekstrem sedang melanda wilayah NTT. BPBD juga mengingatkan warga yang tinggal di daerah yang rawan longsor, agar bisa mencari tempat yang aman di saat hujan turun. 

Begitu pula dengan warga yang tinggal di wilayah bantaran sungai dan pantai. "Bupati Matim sudah keluarkan surat imbauan dan sudah dikirim ke pemerintah kecamatan dan desa. Imbauan itu juga sudah disampaikan melalui media massa," tutur Anton. (Nansianus Taris)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Banjir, Longsor hingga Angin Kencang Melanda Manggarai Timur.



TERBARU

[X]
×