Peristiwa

Banjir Susulan Kembali Rendam Permukiman di Tapanuli Tengah, Sumatra Utara

Sabtu, 03 Januari 2026 | 13:53 WIB
Banjir Susulan Kembali Rendam Permukiman di Tapanuli Tengah, Sumatra Utara

ILUSTRASI. Banjir yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (BPBD Tapteng/dok). Hujan deras picu banjir susulan di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Sembilan kecamatan terendam, warga diimbau tetap siaga bencana.


Reporter: kompas.com  | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - TAPANULI TENGAH. Banjir susulan kembali melanda beberapa desa di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, pada Jumat (2/1/2026).

Luapan air sungai merendam permukiman warga dan menutup badan jalan di sejumlah titik di Kecamatan Tukka.

Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, mengatakan hujan deras yang mengguyur sejak pagi hingga sore hari menjadi penyebab utama banjir susulan ini.

Baca Juga: Tiba di Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, Prabowo Janjikan Percepatan Bantuan

"Hujan terjadi hampir merata di seluruh wilayah Tapanuli Tengah," kata Masinton saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Sabtu (3/1/2026).

Masinton menjelaskan, sembilan kecamatan yang sebelumnya terdampak banjir bandang dan longsor kini kembali terdampak banjir susulan.

Kesembilan kecamatan itu adalah Tapian Nauli, Pandan, Sarudik, Tukka, Badiri, Pinangsori, Lumut, Sibabangun, dan Sukabangun.

"Kecamatan Tukka termasuk wilayah terdampak parah akibat banjir bandang dan longsor sebelumnya, dan kini kembali dilanda banjir," ujarnya.

Baca Juga: Banjir dan Longsor Lumpuhkan Tapanuli Tengah, Brimob Perkuat Operasi Penyelamatan

Bupati menambahkan, tingginya curah hujan membuat debit air sungai melebihi daya tampung.

Meski pada awal Desember 2025 Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tapteng sudah membersihkan sebagian alur sungai yang mengalami sedimentasi dan tersumbat tumpukan kayu, air tetap merembes ke permukiman warga karena tanggul sementara masih dalam proses pengerjaan.

"Namun tidak berapa lama, air kembali surut," jelasnya.

Masinton mengimbau masyarakat tetap waspada dan siaga mengingat potensi hujan deras masih tinggi. "Kami tetap mengimbau warga agar waspada, karena hujan dapat mengakibatkan banjir maupun longsor," katanya.

Berdasarkan data terbaru hingga Kamis (1/1/2026) pukul 17.00 WIB, korban bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara mencapai 366 meninggal dunia, 206 luka-luka, 59 hilang, dan 14.430 orang masih mengungsi.

Baca Juga: Penegakan Lingkungan Pascabanjir, KLH Segel Kebun Sawit PT TBS di Tapanuli Tengah

"Korban meninggal 366 orang, 206 luka-luka, 59 hilang, dan 14.430 mengungsi," kata Porman Mahulae, Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Sumut, mengutip data dari BPBD Sumut.

Tapteng menjadi lokasi terdampak terparah dengan 127 orang meninggal dan 4.161 pengungsi. Di Tapanuli Selatan (Tapsel), tercatat 89 orang meninggal dan 4.693 pengungsi, Kota Sibolga 55 meninggal dan 660 pengungsi, serta Tapanuli Utara 36 meninggal dan 1.197 pengungsi.

Sumber: https://medan.kompas.com/read/2026/01/03/113512678/tapanuli-tengah-kembali-dilanda-banjir-bupati-imbau-warga-tetap-siaga.

Selanjutnya: Asing Catat Net Sell Terbesar pada Saham Big Caps Perbankan Ini Sepekan Terakhir

Menarik Dibaca: 6 Makanan yang Bikin Risiko Kanker Meningkat jika Dikonsumsi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru