BBM Biodiesel B50 Resmi Meluncur: Untuk Kendaraan Apa Saja?

Jumat, 10 Juli 2026 | 12:39 WIB
BBM Biodiesel B50 Resmi Meluncur: Untuk Kendaraan Apa Saja?

ILUSTRASI. Implementasi program B50 (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)


Sumber: Pertamina  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Simak peruntukan jenis BBM Biodiesel B50 yang baru diresmikan. Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program Biodiesel B50 sebagai bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Peluncuran dilakukan di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat, dan menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang menerapkan mandatori biodiesel B50.

Program B50 mewajibkan pencampuran 50% biodiesel berbasis minyak sawit (Fatty Acid Methyl Ester/FAME) dengan 50% minyak solar. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan, mengurangi impor solar, serta memperkuat kemandirian energi Indonesia.

Baca Juga: Negara di Dunia Ramai-Ramai Tekan Harga BBM akibat Perang Iran, RI Apa Kabar?

Apa Itu B50?

B50 merupakan bahan bakar biodiesel dengan komposisi:

  • 50% minyak solar.
  • 50% biodiesel (FAME) yang berasal dari minyak kelapa sawit.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyebut peluncuran B50 bukan hanya pencapaian teknologi, tetapi juga bukti bahwa Indonesia mampu memanfaatkan sumber daya alam sendiri untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

Baca Juga: Sering Ganti Jenis BBM? Ini Bahaya Tak Terduga yang Mengintai Kendaraan Anda

Harga Jual B50

Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Biosolar B50 bersubsidi dipatok Rp 6.800 per liter. Pemerintah memastikan peningkatan campuran biodiesel menjadi 50% tidak mengubah harga jual untuk kendaraan penumpang dan masyarakat.

Biodiesel B50 untuk Kendaraan Apa Saja?

Secara umum, B50 diperuntukkan bagi kendaraan bermesin diesel. Namun, penggunaannya harus mengikuti rekomendasi pabrikan karena tidak semua mesin diesel saat ini dirancang menggunakan campuran biodiesel hingga 50%.

Melansir postingan Instagram Pertamina, jenis kendaraan yang berpotensi menggunakan B50 meliputi:

  • Truk angkutan barang.
  • Bus.
  • Kendaraan logistik.
  • Kendaraan operasional pemerintah.
  • Alat berat.
  • Kendaraan sektor pertambangan dan perkebunan.
  • Mobil penumpang bermesin diesel yang telah dinyatakan kompatibel oleh produsen.

Sebaliknya, kendaraan bermesin bensin tidak dapat menggunakan B50 karena sistem pembakaran dan spesifikasi bahan bakarnya berbeda.

Baca Juga: Peralihan ke Transportasi Publik Bisa Jadi Salah Satu Upaya Hemat BBM

Apakah Semua Mobil Diesel Bisa Menggunakan B50?

Belum tentu. Pemerintah menegaskan implementasi B50 telah didahului dengan berbagai pengujian teknis untuk memastikan kinerja, keamanan, dan kompatibilitas bahan bakar tersebut pada berbagai jenis mesin diesel.

Oleh karena itu, pemilik kendaraan diesel tetap disarankan mengikuti spesifikasi yang tercantum dalam buku manual kendaraan atau berkonsultasi dengan bengkel resmi sebelum menggunakan B50.

Masa Transisi B40 ke B50

Pemerintah juga menetapkan masa transisi penerapan B50. Badan usaha penyedia BBM diberikan waktu hingga 30 September 2026 untuk menghabiskan stok biodiesel B40 sebelum beralih sepenuhnya ke B50.

Implementasi program ini mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2025 dan Keputusan Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026.

Baca Juga: Resmi! Mobil Pribadi Maksimal Beli BBM 50 Liter/Hari, Cek Harga BBM Terkini 1 April

Manfaat Program B50

Penerapan B50 diharapkan memberikan berbagai manfaat, antara lain:

  • Mengurangi impor bahan bakar diesel.
  • Memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.
  • Meningkatkan penyerapan minyak sawit dalam negeri.
  • Menekan emisi gas rumah kaca.
  • Mendorong pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT).
  • Memberikan nilai tambah bagi industri sawit nasional.

Dengan peluncuran B50, Indonesia memasuki babak baru dalam pengembangan energi berbasis bahan bakar nabati.

Meski demikian, penggunaan B50 tetap perlu disesuaikan dengan spesifikasi mesin kendaraan agar performa dan keandalan kendaraan tetap terjaga.

Tonton: KPK Sita Rp12 Ribu Dolar Singapura dari Kasus Amplop Menhut Raja Juli, Dugaan Pungutan 914 Petani

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru