kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,96   1,15   0.15%
  • EMAS930.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.09%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Beberapa stasiun padat, pengguna KRL diimbau tetap atur rencana keberangkatan


Jumat, 19 Juni 2020 / 18:34 WIB
Beberapa stasiun padat, pengguna KRL diimbau tetap atur rencana keberangkatan
ILUSTRASI. Petugas menggunakan face shield dan masker di Stasiun Kota Bogor

Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengguna KRL Jabodetabek diimbau untuk tetap mengatur rencana keberangkatan pada sore ini agar protokol kesehatan bisa tetap dijalankan karena beberapa stasiun diprediksi padat.

Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Wiwik Widayanti mengatakan, antrean pengguna KRL saat akan masuk ke area peron stasiun dan kereta semakin tertib pada pekan kedua masa PSBB Transisi. Terlihat sejak Senin lalu di seluruh stasiun, antrean pengguna KRL mengikuti protokol kesehatan yang dijalankan dengan tertib.

Baca Juga: Perhatian, bermain ponsel di kereta komuter meningkatkan potensi tertular corona

"Perjalanan KRL sore hari ini, mungkin akan terjadi antrean di sejumlah stasiun keberangkatan jam sibuk pada sore hari antara lain Stasiun Jakarta Kota, Juanda, Gondangdia, Tebet, Sudirman, dan Tanah Abang," kata Wiwik dalam siaran resmi yang diterima Kontan.co.id, Jumat (19/6).

KCI mengoperasikan perjalanan KRL di seluruh lintas dari pukul 04.00 WIB–21.00 WIB selama masa PSBB Transisi. Pihaknya mengimbau kepada pengguna KRL untuk mengatur perjalanannya, sehingga terhindar dari antrean saat akan masuk ke stasiun.

Menurutnya, antrean pengguna di stasiun-stasiun yang menjadi titik pemberangkatan pada pagi maupun sore ini bertujuan untuk mengatur kapasitas pengguna agar physical distancing di dalam kereta maupun di area stasiun terpenuhi. Pengguna KRL sudah semakin tertib dan disiplin untuk mengikuti marka dan arahan petugas untuk jaga jarak.

KCI mencatat jumlah pengguna KRL periode 15-18 Juni 2020 rata-rata 331.163 orang per hari. Jumlah ini naik 15 persen dibandingkan dengan hari kerja selama pekan pertama PSBB transisi atau pada 8-12 Juni 2020 yang rata-rata 287.226 orang. Sementara pada hari ini (19/6), hingga pukul 15.00 WIB jumlah pengguna KRL tercatat 177.476 orang.

Baca Juga: Kenapa kita dilarang ngobrol saat naik transportasi umum selama pandemi corona?

“Dengan waktu operasional KRL hingga pukul 21.00 WIB, diharapkan pengguna KRL dapat memilih jadwal perjalanan KRL sehingga bisa mengurangi antrean pengguna KRL pada jam sibuk di sore hari," kata Wiwik.

Wiwik menyebut, Pengguna juga dapat memanfaatkan layanan Bus Gratis pada sore hari yang tersedia di stasiun-stasiun antara lain Stasiun Juanda, Manggarai, Sudirman, Tebet, Tanah Abang, Duri, dan Palmerah. Puluhan bus ini bertujuan ke Terminal Baranangsiang Bogor, Terminal Depok, Bintaro Exchange, Pasar Modern BSD, dan Terminal Cikarang dengan rentang waktu keberangkatan pukul 16.45-18.30 WIB.

KCI juga mengimbau kepada seluruh pengguna KRL untuk selalu mematuhi marka jaga jarak yang berada di area stasiun maupun di dalam KRL, serta selalu mematuhi protokol kesehatan yang sudah di tetapkan seperti menggunakan masker, mengikuti pengukuran suhu tubuh, serta mencuci tangan saat sebelum maupun sesudah naik KRL.

"Pengguna KRL juga diimbau untuk tidak berbicara langsung maupun menggunakan telepon genggam selama di dalam kereta. Diharapkan dengan disiplin dan kerja sama yang baik dalam menjalankan protokol kesehatan, kita dapat menggunakan transportasi publik dalam keadaan sehat dan meminimalisir risiko penularan Covid-19," kata Wiwik.




TERBARU

[X]
×