Begini upaya pemerintah mendorong pariwisata Bali di era new normal

Kamis, 23 September 2021 | 13:46 WIB   Reporter: Tendi Mahadi
Begini upaya pemerintah mendorong pariwisata Bali di era new normal

ILUSTRASI. Warga negara asing (WNA) mengenakan masker saat berada di kawasan Kuta Utara, Badung, Bali, Rabu (10/3/2021). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/rwa.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah, baik pusat maupun provinsi disebut telah melakukan berbagai upaya untuk memulihkan kondisi pariwisata di Bali, termasuk menuntaskan program vaksinasi massal. 

"Bali sudah menyelesaikan hampir 100% dosis vaksin pertama dan telah mencapai hampir 70% untuk dosis kedua. Diharapkan proses vaksinasi telah mencapai 100% pada bulan Oktober ini”, Ni Luh Made Wiratmi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi Bali dalam keterangannya, Kamis (23/9).

Dalam webinar "Bali Rebound: Wisata Aman di Era Adaptasi Kebiasaan Baru: Strategi Promosi Pariwisata Bali dalam Mendukung Peningkatan Perekonomian Nasional" yang digelar oleh Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kemkominfo, dia bilang upaya ini diharapkan bisa menyatukan upaya visi misi menuju Bali era baru yakni menjaga alam Bali, menyejahterakan Bali, dan memajukan ekonomi Bali demi menuju Bali era baru.

Septriana Tangkary, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemenkominfo juga turut menambahkan bahwa dengan sebelum pandemi, Bali sangat ramai dan gemerlap, berbanding 360 derajat di masa pandemi sekarang ini. 

Baca Juga: Ini tantangan dan peluang digital di era pandemi

"Dengan adanya acara I Miss You Bali, rakyat Indonesia mari bersama-sama memulihkan kembali pariwisata Bali dan Indonesia. Yang terpenting adalah penginapan dan daerah wisata telah memenuhi standar CHSE, sehingga masyarakat yang ingin mengunjungi Bali kembali dapat merasa aman, nyaman, dan tentram," katanya.

“Gernas BBI dan PADI Indonesia untuk modal usaha, diharapkan dapat mengangkat industri kecil menengah (IKM) di Bali, meningkatkan jumlah pelaku IKM yang masuk di pemasaran online, menciptakan value creation bagi pelaku IKM, serta meningkatkan permintaan produk artisan. Kegiatan ini juga dapat menjadi salah satu atraksi dalam menjual pariwisata di Bali,” lanjut dia.

Sementara Ketua PHRI Kabupaten Badung, I Gusti Agung Ngr. Suryawijaya bilang lahirnya pariwisata di Bali bermula dari Kuta pada tahun 1970, sehingga Kuta merupakan barometer pariwisata Bali. 90% masyarakat Kuta hidup dari pariwisata, sehingga sangat merasakan dampak dari pandemi Covid-19. Saat ini tingkat hunian hotel di bali hanya mencapai 7-10% dengan jumlah wisatawan 3.000-4.000 wisatawan per hari.

“Pemulihan pariwisata dan ekonomi di Bali, diperlukan beberapa tahapan. Pertama, meningkatkan domestic market. Kedua, membuka Essential Business Travel, penerbangan internasional dibuka karena Bali sudah siap. Ketiga merancang Travel Corridor Arrangement dengan negara-negara low risk seperti UEA dan Korea Selatan," paparnya.

Baca Juga: ​Ini ketentuan pembukaan tempat wisata selama PPKM di Level 3 dan Level 2

"Keempat, melakukan open border untuk turis mancanegara. Masyarakat Bali harus komitmen melakukan disiplin protokol kesehatan untuk mengembalikan kepercayaan dunia,” ungkapnya.

Sejalan dengan hal tersebut I Putu Astawa, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali menjelaskan bahwa upaya meningkatkan standar pelayanan guide, perhotelan dan pelaku pariwisata akan terus dijalankan sehingga daya saing dan kualitas Bali tetap terjaga dan menciptakan trust building dengan wisatawan. 

Kombinasi antara virtual tour dan offline tour, quality experience serta e-commerce saat ini merupakan hal yang sangat penting, dan memerlukan kolaborasi, dukungan dan digitalisasi dari berbagai pihak pentahelix.

Selanjutnya: Masih terdampak pandemi, ini yang dilakukan Destinasi Tirta Nusantara (PDES)

 

Editor: Tendi Mahadi
Terbaru