CLOSE [X]

Belajar Agrosociopreneur, Mahasiswa Polbangtan Kementan Sambangi Duta Petani Milenial

Kamis, 30 Juni 2022 | 22:44 WIB   Reporter: Noverius Laoli
Belajar Agrosociopreneur, Mahasiswa Polbangtan Kementan Sambangi Duta Petani Milenial

ILUSTRASI. Mahasiswa Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (Prodi PPB) Polbangtan Yogyakarta Magelang bertandang ke Mitra Tani Parahyangan milik Ketua Umum Duta Petani Milenial/ Andalan Kementerian Pertanian.


KONTAN.CO.ID -  YOGYAKARTA. Mahasiswa Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (Prodi PPB) Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang bertandang ke Mitra Tani Parahyangan milik Ketua Umum Duta Petani Milenial/ Andalan Kementerian Pertanian. Kunjungan lapangan atau Filed Trip ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan pembelajaran bagi mahasiswa. 

Sebagai salah satu penyelenggara Pendidikan Vokasi Pertanian, Polbangtan Yogyakarta Magelang berusaha membentuk mahasiswanya menjadi calon-calon agrosociopreneur yang unggul.

Hal tersebut sesuai dengan amanat Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) bahwa pembangunan pertanian ke depan akan mengandalkan petani muda dengan teknologi digital, terutama strategi memperkuat produksi dan distribusi.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa lulusan Polbangtan di bawah naungan Kementan harus mampu menjadi penggerak atau bahkan mampu memberikan peluang usaha ekonomi dengan membuka lapangan usaha.

Agrosociopreneur harus mampu menjadi inovator dan pembaharu di sektor pertanian. Mampu membangun kelembagaan dan jaringan usaha serta berdaya saing. Berwawasan luas, responsif, dan adaptif terhadap perubahan lingkungan internal dan eksternal strategis,” ujar Dedi dalam siaran pers Kementan, Kamis (3/6).

Baca Juga: Kawasan Zona Hijau PMK Mencukupi untuk Penuhi Kebutuhan Hewan Kurban

Diikuti oleh 69 orang Mahasiswa dan didampingi oleh sejumlah Dosen dan Tenaga Kependidikan, peserta fieldtrip disambut langsung oleh Sandi Octa Susila, pemilik Mitra Tani Parahyangan yang juga Ketua Umum DPM Kementan. Mitra Tani Parahyangan merupakan usaha yang dirintis Sandi dengan memberdayakan petani-petani di sekitar wilayahnya, Cianjur, Jawa Barat.

Pada kesempatan tersebut Sandi menyampaikan pentingnya peran milenial untuk mengubah paradigma tentang pertanian. 

“Petani milenial harus mampu mengubah paradigma dari pertanian tradisional ke pertanian modern, lakukan apa yang bisa dilakukan, manfaatkan teknologi dan bangun jejaring kerjasama,” ujar Agrosociopreneru Muda yang sudah berhasil menjalin kerjasama dengan lebih dari 300 petani setempat ini.

"Memulai usaha pertanian,  memang bukan hal yang mudah. Perlu tekad dan motivasi yang kuat serta daya juang yang tidak terbatas. Jangan kunci otak kita kalau semua harus ada uang. Untuk mencapai kesuksesan dalam bisnis itu memang tidak mudah, perlu pengorbanan di awal, baik tenaga, materi, maupun waktu,” lanjut Sandi.

Sandi juga menambahkan bahwa inovasi terus sangat diperlukan guna menjaga keberlangsungan usaha, “Harus ada nilai tambah dari produk kita, yang menjadikan berbeda dengan produk lainnya. Yang kedua yaitu itu perluas pasar, mulai dari pasar tradisional hingga pasar modern," terangnya.

Baca Juga: Kementan Sebut Wabah PMK Mendekati Idul Adha Tahun Ini Dapat Dikendalikan

Selain berkunjung ke Mitra Tani Parahyangan, mahasiswa juga diajak mengunjungi PT. Agatho Organis Agro. Di lokasi perusahaan yang memadukan wisata dengan pertanian ini, mahasiswa mendapatkan materi tentang produksi pangan organis mulai dari teknik berbudidaya, penanganan pascapanen, hingga pemasaran.

Beragam komoditas sayuran seperti Slobor atau Siola yang biasa digunakan untuk kimchi, timun, tomat, kol grenofa, wortel, dan cabai yang biasa ditemui di pasar modern area Jawa Barat, salah satunya diproduksi di perusahaan ini.

Siti Nurlaela, Dosen Polbangtan Yogyakarta Magelang sekaligus penanggungjawab kegiatan mengatakan field trip ini memang ditujukan untuk menginisiasi para mahasiswa memperdalam keterlibatan masyarakat petani  sekitar.

“Dari dua tempat ini, mahasiswa dapat belajar bagaimana menjadi agrosociopreneur, membangun bisnis yang bisa berdampingan dengan masyarakat, bisa bermanfaat dan memberdayakan masyarakat sekitarnya", ujarnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli

Terbaru