KONTAN.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat telah merilis prediksi musim kemarau tahun 2026. Hasil analisis menunjukkan adanya pergeseran pola musim yang cukup signifikan.
Laporan BMKG Jawa Barat ungkap kemarau diperkirakan datang lebih cepat, berlangsung lebih kering, dan berdurasi lebih panjang dibandingkan kondisi normal.
Informasi ini menjadi penting bagi masyarakat dan berbagai sektor untuk melakukan antisipasi sejak dini, terutama dalam menghadapi potensi kekeringan dan dampaknya terhadap aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: BMKG Minta Masyarakat Antisipasi, Kemarau 2026 Diramal Lebih Kering & Panjang
Awal Musim Kemarau Diprediksi Lebih Cepat
Melansir dari laman Jabarprov, BMKG mencatat bahwa sekitar 56% Zona Musim (ZOM) di Jawa Barat akan mulai memasuki musim kemarau pada bulan Mei 2026. Angka ini menunjukkan sebagian besar wilayah sudah mulai mengalami penurunan curah hujan sejak pertengahan tahun.
Menariknya, sekitar 66% wilayah diprediksi mengalami awal musim kemarau yang lebih cepat dibandingkan rata-rata klimatologis.
Artinya, musim kemarau tahun ini datang lebih awal dari biasanya, sehingga masa peralihan dari musim hujan ke kemarau cenderung lebih singkat.
Baca Juga: BMKG Ramal Musim Kemarau Datang Lebih Cepat, Ini Daftar Wilayahnya
Kondisi Kemarau Lebih Kering dari Normal
Tidak hanya soal waktu, karakter musim kemarau 2026 juga diperkirakan lebih kering. Sekitar 93% wilayah Jawa Barat akan mengalami curah hujan di bawah normal.
Kondisi ini menunjukkan potensi berkurangnya ketersediaan air di berbagai wilayah, baik untuk kebutuhan rumah tangga, pertanian, maupun industri.
Situasi ini juga dapat meningkatkan risiko kekeringan, terutama di daerah yang bergantung pada sumber air hujan.
Baca Juga: BMKG Prediksi 75 Persen Wilayah di Jatim Alami Kemarau Lebih Panjang pada 2026
7 Wilayah yang Terdampak
BMKG memprediksi puncak musim kemarau akan terjadi dengan kondisi yang berbeda pada 7 wilayah Jawa Barat.
Adapun, 7 Wilayah tersebut akan dilanda kemarau lebih kering seperti Bandung, Tasikmalaya, Cianjur, Sukabumi, Bekasi, Kuningan, dan Cirebon.
Pastikan Anda memahami puncak yang akan terjadi pada bulan Agustus nanti.
Puncak Kemarau Terjadi pada Agustus 2026
BMKG memprediksi puncak musim kemarau akan terjadi pada bulan Agustus 2026 di sekitar 90% wilayah Jawa Barat.
Pada periode ini, intensitas hujan diperkirakan sangat minim, suhu udara cenderung meningkat, dan kelembapan udara menurun. Kondisi tersebut biasanya menjadi fase paling kering dalam satu siklus musim kemarau.
Selain lebih awal dan lebih kering, musim kemarau 2026 juga diperkirakan berlangsung lebih lama dibandingkan biasanya. Hal ini berarti durasi kemarau bisa melewati pola normal tahunan.
Kemarau yang lebih panjang berpotensi memperbesar dampak terhadap sektor pertanian, seperti penurunan produksi akibat kekurangan air, serta meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Baca Juga: Kapan Musim Kemarau 2026 Tiba di Indonesia? Ini Penjelasan BMKG
Dampak yang Perlu Diwaspadai
Beberapa dampak yang perlu diantisipasi dari kondisi kemarau 2026 di Jawa Barat antara lain:
- Berkurangnya ketersediaan air bersih
- Potensi gagal panen di sektor pertanian
- Meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan
- Gangguan kesehatan akibat udara kering dan panas
Imbauan dan Langkah Antisipasi
Menghadapi kondisi ini, BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk mulai melakukan langkah antisipasi sejak dini, seperti:
- Menghemat penggunaan air dan menjaga cadangan air
- Menyesuaikan pola tanam di sektor pertanian
- Meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran lahan
- Memantau informasi cuaca dan iklim secara berkala.
Demikian informasi mengenai prediksi BMKG Jawa Barat untuk musim kemarau tahun 2026.
Tonton: 1 Juta Warga Eropa Desak UE Hukum Israel! Perjanjian Terancam Dibekukan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News