Peristiwa

BMKG Minta Masyarakat Antisipasi, Kemarau 2026 Diramal Lebih Kering & Panjang

Rabu, 08 April 2026 | 05:44 WIB
BMKG Minta Masyarakat Antisipasi,  Kemarau 2026 Diramal Lebih Kering & Panjang

ILUSTRASI. BMKG mencatat hingga akhir Maret 2026 sebanyak 7% Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki musim kemarau. (Dok/BMKG.go.id)


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie  | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga akhir Maret 2026 sebanyak 7% Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki musim kemarau. BMKG memprediksi jumlah tersebut akan meningkat signifikan pada periode April hingga Juni 2026.

Infopublik.id melaporkan, BMKG juga mengingatkan adanya peluang fenomena El Niño pada semester kedua tahun ini, yang dapat membuat musim kemarau lebih kering dan berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan wilayah yang sudah memasuki musim kemarau meliputi sebagian kecil Aceh, Sumatra Utara, Riau, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, sebagian wilayah NTB, NTT, Maluku, serta Papua Barat.

“BMKG akan terus memantau perkembangan dinamika iklim global dan regional serta menyampaikan pembaruan informasi secara berkala. Masyarakat diharapkan terus mengikuti informasi resmi yang disampaikan BMKG melalui berbagai kanal komunikasi yang tersedia,” ujar Faisal yang dikutip di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Kemarau Diprediksi Meluas April hingga Juni 2026

BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau pada April, Mei, dan Juni 2026, yang diawali dari wilayah Nusa Tenggara sebelum meluas ke kawasan lain di Indonesia.

Secara nasional, jumlah ZOM yang diprediksi mulai memasuki musim kemarau adalah:

Baca Juga: Antisipasi El Nino Ekstrem, Pengawasan Hutan di NTB Diperketat

- 114 ZOM pada April 2026  
- 184 ZOM pada Mei 2026  
- 163 ZOM pada Juni 2026  

ENSO dan IOD Masih Netral, Tetapi El Niño Berpeluang Terbentuk

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan bahwa hingga akhir Maret 2026, kondisi El Niño-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) masih berada pada fase netral.

Namun, hasil pemodelan iklim menunjukkan adanya peluang ENSO berkembang menuju fase **El Niño** pada semester kedua 2026.

Saat ini, prediksi intensitas El Niño berada pada kategori lemah hingga moderat dengan peluang 50%–80%. Sementara peluang berkembang menjadi El Niño kuat masih relatif kecil, yakni kurang dari 20%.

BMKG Ingatkan Akurasi Prediksi Masih Perlu Dicermati

BMKG mengingatkan interpretasi prediksi perlu dilakukan secara hati-hati karena adanya fenomena spring predictability barrier, yakni periode ketika akurasi model iklim untuk memprediksi ENSO menurun pada Maret hingga Mei.

Karena itu, prakiraan yang dirilis pada Maret-April umumnya lebih andal untuk proyeksi hingga tiga bulan ke depan.

BMKG menilai tingkat kepercayaan terhadap prediksi intensitas El Niño akan meningkat pada pembaruan prediksi Mei 2026, yang secara statistik lebih andal untuk memproyeksikan kondisi iklim hingga enam bulan ke depan.

Tonton: Harga Avtur Naik, Kemenhaj Diminta Antisipasi Lonjakan Biaya Haji

Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering, Puncaknya Agustus

BMKG menegaskan musim kemarau 2026 diprediksi akan berlangsung lebih kering dan lebih panjang dibandingkan kondisi normal. Kondisi ini dipengaruhi oleh variabilitas iklim alamiah serta potensi kontribusi El Niño.

Sebagian besar wilayah Indonesia bahkan diproyeksikan mengalami akumulasi curah hujan pada kategori bawah normal, dengan puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.

BMKG Minta Daerah dan Masyarakat Siapkan Antisipasi

Menghadapi potensi kemarau yang lebih panjang, BMKG mengimbau pemerintah daerah, sektor pertanian, pengelola sumber daya air, serta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan langkah antisipasi secara presisi.

Informasi lengkap mengenai prediksi musim kemarau 2026 beserta langkah antisipasi dapat diakses melalui laman resmi BMKG di:
https://www.bmkg.go.id/iklim/prediksi-musim

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Video Terkait


Terbaru