Peristiwa

BMKG Ungkap Misteri: Kemarau Tiba, Kok Hujan Lebat Masih Menggila?

Sabtu, 04 April 2026 | 07:37 WIB
BMKG Ungkap Misteri: Kemarau Tiba, Kok Hujan Lebat Masih Menggila?

ILUSTRASI. Cuaca ekstrem masih mengintai di masa transisi. Wilayah Jawa alami pancaroba, waspadai hujan dan angin kencang meski kemarau mulai tiba di timur. (Dok/BMKG.go.id)


Sumber: Kompas.com  | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Sejumlah wilayah di Indonesia diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada April 2026. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa peralihan musim tersebut belum berlangsung secara merata. Hal ini terlihat dari masih banyaknya daerah yang justru mengalami hujan lebat disertai angin kencang.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, fenomena tersebut salah satunya terjadi di wilayah Solo Raya, yang dalam beberapa hari terakhir diguyur hujan berintensitas tinggi, bahkan disertai tiupan angin cukup kuat.

Menanggapi kondisi tersebut, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa musim kemarau di Indonesia memang tidak datang secara serempak di seluruh wilayah.

Menurutnya, pada April 2026, musim kemarau baru mulai berlangsung di sebagian daerah, terutama di wilayah Indonesia bagian timur seperti Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sementara itu, wilayah Jawa saat ini masih berada dalam fase peralihan atau pancaroba, sehingga belum sepenuhnya memasuki musim kemarau.

“Saat ini wilayah Jawa masih berada dalam masa transisi dan belum memasuki musim kemarau. Pada April, musim kemarau mulai terjadi dari wilayah timur Indonesia, seperti NTT, dan tidak berlangsung secara serempak,” kata Ardhasena kepada Kompas.com, Jumat (3/4/2026).

Cuaca ekstrem di masa peralihan

Lebih lanjut, Ardhasena menegaskan bahwa hujan lebat yang disertai angin kencang dalam beberapa waktu terakhir merupakan hal yang wajar terjadi pada periode peralihan musim.

Kondisi ini memang menjadi karakteristik khas pancaroba, di mana cuaca cenderung berubah-ubah dan bisa berlangsung cukup ekstrem dalam waktu singkat.

“Demikian memang karakter periode peralihan,” jelasnya.

Baca Juga: Cuaca Maluku 4 April 2026: Ambon dan Maluku Tengah Hujan Ringan

Ia menambahkan, awal musim kemarau tahun ini berkaitan erat dengan peralihan Angin Baratan (Monsun Asia) menuju Angin Timuran (Monsun Australia).

Dari total 699 Zona Musim (ZOM) di Indonesia, sebanyak 114 ZOM (16,3 persen) diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada April 2026.

Secara umum, musim kemarau 2026 diprediksi bersifat bawah normal atau lebih kering dari biasanya, sementara sebagian wilayah lainnya berada pada kondisi normal.

BMKG mencatat sebanyak 451 ZOM (64,5 persen) akan mengalami kondisi lebih kering, 245 ZOM (35,1 persen) normal, dan hanya 3 ZOM (0,4 persen) yang diprediksi lebih basah dari biasanya, yakni di Gorontalo bagian utara dan selatan serta sebagian kecil Sulawesi Tenggara.

Sebaliknya, wilayah yang diprediksi mengalami kemarau lebih kering tersebar luas, meliputi sebagian Sumatera, sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Wilayah yang mulai memasuki musim kemarau April 2026

Ardhasena mengungkapkan, sejumlah wilayah akan mulai bertahap memasuki musim kemarau pada April 2026, meliputi:

  • Pesisir utara Jawa bagian barat
  • Sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur
  • Sebagian kecil Bali
  • Sebagian besar Nusa Tenggara Barat (NTB)
  • Sebagian besar Nusa Tenggara Timur (NTT)
  • Sebagian kecil Kalimantan Selatan
  • Sebagian kecil Sulawesi Selatan

Memasuki Mei 2026, jumlah wilayah yang memasuki musim kemarau diperkirakan meningkat menjadi 184 ZOM (26,3 persen), dengan cakupan:

  • Sebagian Sumatera
  • Jawa bagian barat
  • Sebagian kecil Jawa Tengah hingga Jawa Timur
  • Bali
  • Sebagian NTB
  • Kalimantan bagian selatan
  • Sebagian Sulawesi
  • Sebagian Maluku
  • Sebagian Papua

Baca Juga: Cuaca Surabaya: Hujan Ringan Mengintai, Pastikan Rencana Akhir Pekan Aman

Sementara itu, pada Juni 2026, sebanyak 163 ZOM (23,3 persen) diprediksi mulai mengalami musim kemarau, meliputi:

  • Sebagian besar Sumatera
  • Sebagian kecil Jawa
  • Sebagian besar Kalimantan
  • Sebagian Sulawesi
  • Sebagian Maluku
  • Sebagian Papua

Adapun, jika dibandingkan dengan rerata klimatologis periode 1991–2020, awal musim kemarau 2026 diprediksi lebih maju di 325 ZOM (46,5 persen), tetap di 173 ZOM (24,7 persen), dan mundur di 72 ZOM (10,3 persen).


Terbaru